Banyuwangi (Bimas Hindu) — Menguatkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mengedukasi mitigasi kebencanaan berbasis teologi lingkungan, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Jawa Dwipa Klaten menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang terpusat di Pura Giri Mulya Kecamatan Glenmore dan Pura Sandya Dharma Kecamatan Genteng ini mengusung tema "Penguatan Kesadaran Masyarakat terhadap Lingkungan, Kebencanaan, dan Kesehatan Berbasis Ekoteologi Hindu". Agenda ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika STAHN Jawa Dwipa, Penyelenggara Hindu Kemenag Banyuwangi, PHDI, WHDI, serta Peradah Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Bagian AUAK STAHN Jawa Dwipa, Bibit Hariyadi, menjelaskan bahwa kegiatan PkM lintas provinsi ini dirancang untuk memberikan dampak riil bagi keumatan melalui penerapan kerangka ajaran Tri Hita Karana (Parahyangan, Pawongan, Palemahan).
"Terima kasih atas penerimaan dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan pengabdian masyarakat selama tiga hari di Banyuwangi. Ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bagaimana ilmu yang dimiliki perguruan tinggi negeri dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Bibit Hariyadi.
Penyelenggara Hindu Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo, yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa pemahaman ekoteologi Hindu tentang Buana Agung dan Buana Alit harus ditindaklanjuti dengan aksi pelestarian lingkungan secara konkret, seperti gerakan kebersihan pura dan penghijauan.
"Kalau kita berbicara tentang ekoteologi, tidak cukup hanya dengan teori. Harus ada aksi nyata. Keteladanan menjadi penting karena masyarakat akan melihat apa yang kita lakukan. Dari kebersihan lingkungan pura saja kita harus mampu menunjukkan bahwa kita benar-benar menjalankan nilai-nilai Hindu," tegas Oksan Wibowo.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PHDI Banyuwangi Sardiyanto dan Ketua Peradah Banyuwangi Marco Wiliam menguraikan pentingnya penerapan ajaran Sad Kerti (Tumpek Wariga dan Tumpek Uye) serta keterlibatan aktif pemuda sebagai perintis sekaligus pewaris kelestarian alam.
Melalui PkM ini, STAHN Jawa Dwipa Kemenag RI berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi perguruan tinggi yang adaptif, aplikatif, serta berdampak langsung pada penguatan kualitas spiritual dan ekologis umat Hindu di Indonesia.
Kontributor: Yayan Bimantara