Mataram (Bimas Hindu) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija menghadiri Wisuda Program Pascasarjana (S2) ke-XIII dan Program Sarjana (S1) ke-XXVI Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram di Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (21/8/2026).
Sebanyak 265 wisudawan dan wisudawati IAHN Gde Pudja Mataram mengikuti prosesi wisuda tersebut. Dalam kesempatan itu, Dirjen Bimas Hindu menegaskan bahwa kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi menjadi awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan nilai Dharma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Atas nama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. I Nengah Duija menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas perjuangan, ketekunan, pengorbanan, dan dedikasi akademik yang telah ditempuh selama menjalani pendidikan.
“Kelulusan hari ini bukanlah titik akhir, melainkan pintu gerbang memasuki universitas kehidupan yang sesungguhnya. Berlarilah menjemput masa depan dengan keyakinan, keikhlasan, dan cinta kasih. Teruslah mengasah diri agar tetap relevan, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesan Prof. I Nengah Duija.
Menurut Dirjen Bimas Hindu, IAHN Gde Pudja Mataram memiliki posisi strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Hindu, khususnya di Nusa Tenggara Barat dan kawasan Indonesia bagian tengah. Perguruan tinggi Hindu tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan nilai Dharma, karakter luhur, dan moderasi beragama.
Ia mengatakan transformasi pendidikan tinggi keagamaan Hindu terus didorong agar mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berdampak, adaptif terhadap teknologi digital, berdaya saing, dan inklusif. Arah tersebut sejalan dengan Renstra Ditjen Bimas Hindu 2025–2029 serta delapan program prioritas Menteri Agama.
“Kita menginginkan perguruan tinggi Hindu mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan sosial,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Prof. I Nengah Duija menitipkan empat prinsip yang perlu menjadi fondasi para lulusan dalam menghadapi perubahan zaman, yakni Siddhi, Siddha, Śuddha, dan Sādhu.
Siddhi dimaknai sebagai kecerdasan dan kemampuan beradaptasi. Para lulusan diharapkan mampu mengembangkan daya pikir, kemampuan analisis, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi digital tanpa kehilangan landasan keagamaan.
Siddha menekankan keterampilan dan profesionalisme. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi harus mampu diterapkan menjadi keterampilan praktis dan solusi atas persoalan masyarakat.
Selanjutnya, Śuddha menegaskan pentingnya kejujuran dan integritas yang diwujudkan melalui kemurnian niat, kejujuran batin, dan perilaku yang berlandaskan Tri Kaya Parisudha.
Sementara Sādhu mengandung pesan agar lulusan menjadi pribadi yang bijaksana, toleran, moderat, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menjadi pelopor kerukunan di tengah masyarakat.
Bawa Dharma Agama dan Dharma Negara
Dirjen Bimas Hindu juga mengingatkan bahwa lulusan perguruan tinggi keagamaan Hindu memiliki tanggung jawab dalam menjalankan Dharma Agama dan Dharma Negara secara seimbang.
Melalui Dharma Agama, para lulusan diharapkan mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Hindu yang sejuk, damai, dan inklusif. Pengamalan agama tidak hanya berhenti pada aspek ritual, tetapi juga perlu diwujudkan melalui pemahaman tattwa dan penguatan spiritualitas.
Sementara Dharma Negara diwujudkan melalui kontribusi aktif dalam pembangunan nasional, menjaga keutuhan NKRI, membumikan Pancasila, serta memperkuat moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat.
“Jadikanlah prinsip Vasudhaiva Kutumbakam, bahwa kita semua adalah satu keluarga besar sebagai panduan dalam berinteraksi dengan sesama warga bangsa menuju visi besar Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. I Nengah Duija.
Dirjen Bimas Hindu turut menyampaikan penghargaan kepada Rektor, Senat, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh civitas akademika IAHN Gde Pudja Mataram atas kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia keagamaan Hindu.
Ia menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan mutu, sarana dan prasarana, serta pengembangan kelembagaan IAHN Gde Pudja Mataram.
Sementara itu, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram Prof. I Wayan Wirata dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda mengusung tema “Mewujudkan Lulusan yang Unggul, Berkarakter Berlandaskan Dharma Menuju Indonesia Emas.”
Ia menekankan pentingnya menghasilkan lulusan yang memiliki karakter religius, jujur, bertanggung jawab, inovatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. IAHN Gde Pudja Mataram juga terus diarahkan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia dan memperkuat kualitas akademik melalui pengembangan riset serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Prof. I Wayan Wirata berharap para alumni tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan serta mengambil peran nyata di tengah masyarakat.
Wisuda tersebut dihadiri Ida Pedanda Siwa Budha selaku Mangalaning Upapati Provinsi NTB, perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram beserta jajaran, Wakajati Provinsi NTB, Danrem 162/Wira Bhakti, perwakilan Rektor UIN Mataram, Ketua PHDI Provinsi NTB Ir. I Wayan Karioka, para pimpinan lembaga dan organisasi keagamaan Hindu tingkat provinsi, tokoh masyarakat, orang tua wisudawan, serta para wisudawan dan wisudawati.
Momentum wisuda menjadi penanda selesainya satu tahapan pendidikan sekaligus awal perjalanan pengabdian para lulusan. Dengan bekal ilmu, karakter, dan nilai Dharma, para alumni diharapkan mampu hadir sebagai sumber daya manusia Hindu yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Kontributor : I Made Juni Saputra