BDK Denpasar Dinilai Miliki Kapasitas Khusus untuk Perkuat Pelatihan SDM Hindu Nasional

BDK Denpasar dinilai memiliki kapasitas strategis untuk memperkuat pelatihan SDM Hindu melalui National Hindu Training Roadmap.

Jakarta (Bimas Hindu) – Pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Hindu menjadi fokus pembahasan dalam audiensi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar, Kamis (20/8/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan program pelatihan bagi guru Pendidikan Agama Hindu, penyuluh, tenaga keagamaan, pegawai, tokoh agama, dan masyarakat Hindu.

Audiensi berlangsung di Ruang Sidang Ditjen Bimas Hindu. Selain membahas kebutuhan pelatihan, pertemuan mencakup sasaran peserta, bidang kompetensi, rencana pelaksanaan, pola kolaborasi, hingga tindak lanjut pengembangan program.

Salah satu gagasan utama yang dibahas adalah penyusunan National Hindu Training Roadmap sebagai arah pengembangan pelatihan SDM Hindu secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Program tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan kompetensi SDM Hindu, tidak hanya di Bali, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam audiensi tersebut, BDK Denpasar dipandang sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki kapasitas dan potensi untuk menyelenggarakan pelatihan khusus bagi ASN dan umat Hindu, termasuk masyarakat Hindu secara lebih luas. Keberadaan kapasitas tersebut menjadi peluang strategis untuk mengembangkan program pelatihan yang lebih terarah berdasarkan kebutuhan kompetensi SDM Hindu di berbagai wilayah Indonesia.

Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Dr. Ida Made Pidada Manuaba menyambut baik inisiatif BDK Denpasar dalam mengembangkan program pelatihan khusus bagi SDM Hindu. Menurutnya, kebutuhan peningkatan kompetensi terdapat pada berbagai unsur yang terlibat dalam pendidikan, pembinaan, dan pelayanan keagamaan Hindu.

“Program pelatihan yang secara khusus memberikan penguatan kompetensi bagi SDM Hindu memiliki nilai strategis. Kebutuhan tersebut tidak hanya ada di Bali, tetapi juga dirasakan oleh SDM Hindu yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Ida Made Pidada.

Program yang dibahas mencakup sejumlah bidang kompetensi, antara lain manajemen agama Hindu, kepemimpinan, ekologi dan lingkungan, manajemen keuangan, tata kelola, public speaking, publikasi, transformasi digital Hindu, manajemen konflik sosial dan keagamaan, pengembangan budaya, pelayanan keagamaan, serta kompetensi guru.

Kepala BDK Denpasar, Dr. Saprillah menjelaskan bahwa pengembangan pelatihan diarahkan berdasarkan kebutuhan SDM Hindu di lapangan. Sasaran program mencakup guru Pendidikan Agama Hindu, penyuluh agama Hindu, tenaga keagamaan, pegawai, tokoh agama, dan unsur masyarakat Hindu.

Selain peningkatan kompetensi, BDK Denpasar juga mengembangkan pendekatan pembelajaran yang menghubungkan pelatihan dengan praktik di masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan lingkungan sebagai ruang pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Konsep tersebut mencakup pengelolaan lingkungan, pengolahan sampah organik, kompos, biogas, teknologi tepat guna, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini membuat pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diarahkan untuk dapat diterapkan dalam kehidupan dan pekerjaan peserta.

Pengembangan program juga diarahkan melalui jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, Pembimas Hindu, Kantor Kementerian Agama, perguruan tinggi, PHDI, organisasi keagamaan Hindu, organisasi kepemudaan, pasraman, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas Hindu.

National Hindu Training Roadmap menjadi bagian penting dari pembahasan karena dirancang sebagai kerangka pengembangan pelatihan yang berbasis kebutuhan, inovatif, kolaboratif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki jangkauan luas, dan berorientasi pada hasil.

Untuk tahap awal, pelaksanaan pelatihan direncanakan sekitar minggu keempat September atau awal Oktober 2026. Jadwal final masih menyesuaikan kesiapan pihak terkait. Kapasitas awal peserta diperkirakan sekitar 30–40 orang.

Bali menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk pelaksanaan awal karena memiliki dukungan sumber daya manusia, fasilitas, dan pengalaman penyelenggaraan kegiatan. Selanjutnya, pengembangan program diarahkan agar dapat menjangkau SDM Hindu di luar Bali.

Audiensi juga menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut, antara lain penetapan jenis pelatihan prioritas, penyusunan jadwal, penetapan jumlah dan kriteria peserta, penyiapan narasumber dan materi, kesiapan sarana pembelajaran, serta koordinasi dengan Pembimas dan jajaran Kementerian Agama di daerah.

Pembahasan tindak lanjut juga mencakup mekanisme pelaksanaan, pembiayaan, publikasi, serta evaluasi pascapelatihan. Evaluasi menjadi bagian penting untuk melihat penerapan hasil pelatihan setelah peserta kembali menjalankan tugas di masing-masing bidang.

Ida Made Pidada mengapresiasi kesiapan BDK Denpasar dalam mengembangkan program tersebut. Ia mendorong agar pelatihan dapat menjadi bagian dari pengembangan kompetensi SDM Hindu secara berkelanjutan dan memiliki manfaat yang lebih luas.

“BDK Denpasar memiliki potensi strategis untuk mengembangkan pelatihan khusus SDM Hindu. Agar manfaatnya semakin luas, sinergi dengan Kementerian Agama, Pembimas, dan berbagai unsur terkait perlu terus diperkuat sehingga program dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Pengembangan National Hindu Training Roadmap selanjutnya menjadi salah satu langkah untuk membangun sistem pelatihan SDM Hindu yang lebih terarah. Melalui kolaborasi lintas lembaga dan pemetaan kebutuhan kompetensi, program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pembinaan, dan pelayanan keagamaan Hindu di berbagai wilayah Indonesia.

Kontributor : I Made Juni Saputra


Berita Pusat LAINNYA