BEKASI (Bimas Hindu) - Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Subdirektorat Penyuluhan Hindu sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Tematik Keluarga Sukinah dan Pranikah bagi Remaja/Pemuda di Wantilan Pura Agung Tirta Buana, Bekasi. (19/9/2026).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. dan dihadiri oleh puluhan pasangan pengantin dan remaja/pemuda Hindu yang antusias membekali diri menyongsong kehidupan berumah tangga.
Dalam arahannya, Prof. Duija menekankan bahwa esensi sebuah perkawinan jauh melampaui sekadar menyatukan dua individu yang berbeda.
"Pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, melainkan bentuk tanggung jawab bersama untuk membangun keluarga yang harmonis, saling menghormati, dan berlandaskan nilai-nilai Dharma," ujar Prof. Duija di hadapan para peserta.
Selain pondasi spiritual dan nilai Dharma, yang turut disoroti dalam kegiatan ini adalah pentingnya penerapan manajemen konflik yang sehat dalam membina bahtera rumah tangga sesuai dengan ajaran Hindu.
Prof. Duija menyampaikan urgensi Manajemen Konflik Tanpa Fisik yang dapat ditempuh melalui komunikasi persuasif serta budaya musyawarah mufakat. Langkah ini dinilai sangat esensial guna mencegah potensi terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sejak dini.
“Perbedaan dalam rumah tangga merupakan hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana pasangan mampu mengelola konflik dengan kepala dingin, saling mendengarkan, dan mencari solusi bersama tanpa kekerasan fisik maupun verbal,” tegas Prof. Duija.
Melalui penyelenggaraan seminar tematik ini, Ditjen Bimas Hindu Kemenag berharap para pasangan keluarga hindu, pemuda dan remaja Hindu memiliki kesiapan mental, emosional, serta pemahaman spiritual yang matang dan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang siap mewujudkan keluarga yang Sukinah (bahagia, sejahtera, dan damai) serta harmonis di masa depan.