DENPASAR (Bimas Hindu) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI menggelar Kegiatan Pelatihan Konten Digital bagi Penyuluh Agama Hindu bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali (10/9/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 40 penyuluh agama Hindu dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, serta Kabupaten Gianyar ini dirancang untuk mentransformasi pola pembinaan keagamaan agar semakin adaptif, informatif, dan edukatif di era komunikasi modern.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si didampingi oleh Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Ida Made Pidada Manuaba, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali I Gusti Made Sunartha dan Kepala Bidang Urusan Agama Hindu Kanwil Kemenag Bali I Wayan Diadnyana.
Dalam laporannya, Kepala Subdirektorat Penyuluhan Ditjen Bimas Hindu, I Putu Alit Tinggal Yasa, menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut penyuluh sebagai garda terdepan untuk cepat beradaptasi.
"Penyuluh agama Hindu tidak sekadar melakukan transfer pengetahuan, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai ajaran agama. Muatan konten keagamaan harus berfokus pada nilai-nilai positif, menghormati martabat kemanusiaan, serta memperkuat kerukunan internal antarumat beragama," tegas Alit Tinggal Yasa.
Dukungan penuh disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha. Kakanwil dalam kegiatan ini memperkenalkan kerangka kerja "TOMAT" (Tata Kelola, Organisasi, Manajemen, Administrasi, dan Teknologi) sebagai panduan utama penyuluh agama Hindu dalam menjalankan tugas pelayanan publik dan menjaga marwah Lembaga (Kementerian Agama).
"Di era transformasi digital saat ini, penyuluh keagamaan harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menyajikan konten yang memuat fungsi edukatif, informatif, dan konsultatif yang solutif bagi masyarakat. Saya mengajak peserta yang hadir untuk tidak menyerap ilmu ini bagi diri sendiri saja, melainkan mentransfer keterampilan digital ini kepada rekan-rekan penyuluh lainnya," ujar I Gusti Made Sunartha.
Arahan kunci sekaligus pembukaan resmi kegiatan disampaikan langsung oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, yang menegaskan bahwa penyuluh merupakan etalase dan wujud nyata kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat, sehingga rekam jejak digital serta kualitas karya menjadi tolok ukur penting keberhasilan pelayanan keagamaan.
"Tulis apa yang saudara kerjakan, dan kerjakan apa yang saudara tulis. Manfaatkan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menyebarkan narasi-narasi keagamaan yang inspiratif, autentik, serta memperkokoh moderasi beragama," pesan Prof. Duija.
Prof. Duija juga menyampaikan pesan dari Wakil Menteri Agama mengenai pentingnya peran penyuluh dalam membentengi moralitas dan karakter umat, khususnya generasi muda. Penyuluh diharapkan mampu menyampaikan pemahaman teologi Hindu yang ramah dan moderat seperti konsep Purusa dan Pradhana dalam merespons dinamika sosial serta kebijakan pemerintah.
Melalui pembekalan keterampilan media modern ini, bimbingan keagamaan Hindu diharapkan tidak lagi terbatas oleh ruang fisik, melainkan mampu menjangkau sanubari masyarakat secara lebih luas, damai, dan mencerahkan.