Gema Doa di Prambanan Sambut Kunjungan Kenegaraan Indonesia-India, PM Narendra Modi: "Getaran Mahamrtyumjaya Menggetarkan Hati"

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri India, Shri Narendra Modi

Sleman (BIMAS HINDU) - Suasana khidmat dan penuh nilai spiritual menyelimuti Mandala Utama Kompleks Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026). Sekitar 300 umat Hindu dari wilayah DIY dan Jawa Tengah bersama para Pinandita melaksanakan persembahyangan bersama demi menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri India, Shri Narendra Modi.
Di bawah keteduhan peninggalan peradaban agung, umat memanjatkan puja bhakti dengan penuh kekhusyukan. Lantunan doa ini menjadi wujud harapan bagi kokohnya tali persahabatan, perdamaian dunia, serta penguatan hubungan bilateral yang harmonis antara Indonesia dan India.
Prosesi persembahyangan suci ini dipimpin oleh Ida Sri Bhagawan Dalem Acarya Mahakerti Wira Jagat Manik dari Yogyakarta bersama Romo Wiku Satya Dharma Tlaga dari Jawa Tengah.
Tepat pukul 12.00 WIB, Presiden Prabowo Subianto bersama PM Shri Narendra Modi memasuki kawasan Mandala Utama Candi Prambanan. Turut mendampingi dalam kunjungan bersejarah ini Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam kesempatan tersebut, PM Narendra Modi turut melebur dalam kekhusyukan rangkaian persembahyangan di Kompleks Candi Prambanan. Kehadiran pemimpin negara sahabat ini menjadi simbol penghormatan yang mendalam terhadap nilai-nilai spiritual, budaya, dan warisan peradaban yang selama ini menjadi jembatan emas persahabatan kedua negara.
Usai mengikuti persembahyangan, PM Shri Narendra Modi mengungkapkan kesan spiritual yang luar biasa saat berada di candi suci yang dipersembahkan bagi Tri Murti (Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma). Bagi Modi, momen ini menjadi salah satu pengalaman bhakti yang paling membekas dalam hidupnya.
"Pengalaman beribadah di tempat suci yang dipersembahkan bagi Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma, menjadi salah satu pengalaman pelayanan bhakti yang paling berkesan sepanjang hidup saya. Getaran Mahamrtyumjaya 'Om Namah Siwaya' yang dilantunkan dengan sangat khusyuk di tempat ini benar-benar menggetarkan hati," ungkap PM Modi.
Kementerian Agama memandang momentum ini bukan sekadar agenda diplomatik kenegaraan. Kehadiran para pemimpin negara di Prambanan mempertegas komitmen pemerintah bahwa Candi Prambanan bukan sekadar situs purbakala, melainkan warisan budaya dunia yang "hidup" (living monument) sebagai tempat ibadah umat Hindu. Lebih dari itu, Prambanan kokoh berdiri sebagai ruang dialog peradaban yang mampu mempererat persahabatan antarbangsa melalui nafas spiritual, budaya, dan kemanusiaan.


Berita Pusat LAINNYA