Workshop Penguatan Kompetensi Pengawas Pendidikan Agama Hindu 2026: Tingkatkan Profesionalisme dan Mutu Pembelajaran

Zoom Meeting Workshop Penguatan Kompetensi Pengawas Pendidikan Agama Hindu Tahun 2026

Jakarta (Bimas Hindu) - Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengawas dalam menjalankan tugas kepengawasan, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu menyelenggarakan Workshop Penguatan Kompetensi Pengawas Pendidikan Agama Hindu Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting selama dua hari pada 25 s.d. 26 September 2026. Pelaksanaan workshop ini di latar belakangi oleh tugas pengawas yang semakin kompleks seiring dengan adanya perubahan regulasi serta perkembangan dunia Pendidikan (25/9/2026).

Dalam arahannya, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menegaskan bahwa peran pengawas kini semakin luas dan tidak hanya terbatas pada urusan administrasi. Pengawas harus aktif menjalankan fungsi manajerial, akademik, dan pendampingan guru guna memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai ketentuan serta bermutu tinggi.

"Tugas pengawas ke depan semakin kompleks seiring perubahan regulasi dan perkembangan dunia pendidikan. Pengawas tidak sekadar mengurus administrasi, melainkan menjadi garda terdepan dalam menjalankan fungsi manajerial, akademik, dan pendampingan untuk membimbing guru agar senantiasa meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan," tegas Prof. I Nengah Duija

Sementara itu narasumber utama dalam kegiatan ini, Prof. I Gede Suwindia memaparkan materi mengenai pentingnya penguatan kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial, dan profesional bagi seorang pengawas. Ia juga menekankan agar pengawas mampu memberikan bimbingan pembelajaran yang baik, mendorong inovasi guru, serta memanfaatkan lingkungan, budaya, dan kearifan lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual.

"Pengembangan profesionalisme pengawas harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, seminar, dan workshop dengan memegang teguh prinsip long life education, agar pengawas selalu siap memperbarui pengetahuan serta berkolaborasi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan," ungkap Prof. Suwindia saat menyampaikan materinya.

Selain aspek akademik, perhatian khusus juga diberikan pada penguatan karakter, moral, etika, serta keteladanan dalam pendidikan agama Hindu. Guru dan pengawas diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan nilai-nilai tersebut secara teori, tetapi juga hadir sebagai teladan nyata dalam perilaku sehari-hari.

Tidak kalah penting, Prof. Suwindia juga mendorong para pengawas untuk aktif membangun kolaborasi dan hubungan kolegial dengan berbagai pihak, seperti guru, pemerintah daerah, tokoh agama, perguruan tinggi, hingga pemangku kepentingan lainnya. Khusus untuk kolaborasi dengan perguruan tinggi, hal ini dapat diwujudkan melalui program pelatihan, pendampingan, pengabdian kepada masyarakat, hingga kegiatan berbagi pengetahuan secara daring.

Pengembangan profesionalisme pengawas ditegaskan harus berjalan secara berkelanjutan (long life education) melalui berbagai forum seperti pelatihan, seminar, dan workshop agar pengetahuan mereka senantiasa terbarukan.

Rangkaian acara ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif di mana para peserta menyampaikan berbagai persoalan di daerah masing-masing sebagai ruang berbagi pengalaman serta mencari solusi bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta sebelum memasuki tahapan materi selanjutnya.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, Bimas Hindu berharap kemampuan para pengawas dalam mengemban fungsi manajerial, akademik, dan pendampingan dapat semakin kuat, sehingga bermuara pada peningkatan mutu pendidikan agama Hindu di berbagai daerah.


Berita Pusat LAINNYA