Langkah Strategis Membangun SDM Unggul Melalui Perguruan Tinggi Keagamaan

Membangun SDM unggul berlandaskan Dharma

Malang (Bimas Hindu) – Perguruan tinggi keagamaan Hindu perlu mengarahkan transformasi pendidikan pada peningkatan kompetensi lulusan, pemanfaatan teknologi digital, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Hal itu ditegaskan Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis XV dan Wisuda Sarjana XI Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Shantika Dharma Malang, Jawa Timur, Rabu (14/10/2026).

Prof. I Nengah Duija mengatakan, pendidikan tinggi Hindu harus mampu merespons perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai Dharma sebagai landasan pembentukan karakter. Menurut dia, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari proses pembelajaran dan kelulusan mahasiswa, tetapi juga dari kemampuan alumninya menerapkan ilmu pengetahuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pendidikan tinggi harus menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi Hindu dilahirkan untuk melahirkan insan yang berakar Dharma serta responsif terhadap dinamika dunia,” ujar Prof. I Nengah Duija.

Ia menjelaskan, arah pengembangan pendidikan Hindu telah dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Bimas Hindu 2025–2029 dan Grand Design Pendidikan Hindu 2025–2045. Perencanaan tersebut diarahkan untuk membangun sumber daya manusia Hindu yang unggul, berakhlak, kolaboratif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Dalam pelaksanaannya, Dirjen Bimas Hindu menekankan pentingnya keterkaitan antara mutu pendidikan, kompetensi lulusan, dan kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi perlu memastikan bahwa pengetahuan akademik yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Keberhasilan kampus diukur dari kompetensi, transisi kerja, karya, dan kontribusi nyata lulusannya. Nilai-nilai keagamaan harus tercermin secara konkret dalam profesionalisme serta orientasi pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Untuk mendukung arah tersebut, Ditjen Bimas Hindu menetapkan lima agenda pengembangan pendidikan tinggi, yakni penataan kelembagaan dan program studi, peningkatan kualitas serta profesionalisme dosen, pengembangan budaya mutu berkelanjutan, penyiapan lulusan unggul, serta percepatan digitalisasi, riset, dan kolaborasi.

Kelima agenda itu menempatkan peningkatan mutu akademik dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tinggi Hindu. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga perlu diiringi pengembangan riset dan kolaborasi yang relevan dengan tantangan pendidikan serta kebutuhan masyarakat.

Di hadapan para wisudawan, Prof. I Nengah Duija mengingatkan bahwa kelulusan merupakan awal dari tanggung jawab untuk terus mengembangkan pengetahuan, menjaga integritas, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Ia mendorong para lulusan agar tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan tanpa melepaskan nilai-nilai Dharma.

“Untuk para wisudawan, teruslah belajar, jaga integritas, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan senantiasa berikhtiar memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Dies Natalis XV dan Wisuda Sarjana XI STAH Shantika Dharma Malang menjadi momentum untuk menegaskan peran perguruan tinggi Hindu dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik, integritas, dan kepedulian sosial. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan arah kebijakan pendidikan tersebut ke dalam proses pembelajaran dan karya lulusan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.


Berita Pusat LAINNYA