Jakarta (Bimas Hindu) - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat meneguhkan peran umat Hindu dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan melalui Mahasabha XIII PHDI Pusat Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan PHDI Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya”. Mahasabha berlangsung pada 8–11 Oktober 2026.
Tema tersebut menempatkan penguatan kehidupan keagamaan dan kontribusi kebangsaan sebagai bagian yang saling berkaitan. Umat Hindu didorong terus menjalankan ajaran agama sekaligus mengambil bagian dalam membangun kehidupan bangsa berdasarkan nilai Dharma, cinta, toleransi, dan pengabdian.
Ketua PHDI Pusat mengajak umat Hindu mendukung Asta Cita Presiden serta memperkuat penyebaran ajaran cinta dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat tersebut juga sejalan dengan Kurikulum Cinta yang menempatkan nilai kasih sayang sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Mari kita dukung Asta Cita Presiden dan menyebarkan ajaran cinta seperti Kurikulum Cinta. Kita juga perlu terus menjalankan ajaran Panca Satya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ketua PHDI Pusat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya Kurikulum Cinta sebagai nilai yang dapat memperkuat kehidupan bangsa. Menurutnya, semangat cinta menjadi salah satu kekuatan untuk membangun kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
“Mari kita sama-sama menjalankan Kurikulum Cinta karena dengan cinta kita dapat mengembangkan bangsa Indonesia. Dengan cinta, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Menteri Agama.
Sementara itu, Ketua MPR Ahmad Muzani yang membuka Mahasabha XIII PHDI menegaskan kontribusi umat Hindu dalam perjalanan bangsa Indonesia telah berlangsung sejak masa lampau dan terus berlanjut hingga kini. Kontribusi tersebut antara lain tercermin dalam kebudayaan yang berkembang sejak masa kerajaan Hindu di Nusantara.
“Sesuai tema kegiatan, umat Hindu ikut berpartisipasi mendirikan bangsa ini dan kontribusinya nyata. Apa yang dilakukan PHDI adalah penguatan terhadap Tuhan, umat, dan alam. Tugas PHDI ke depan adalah menciptakan umat Hindu yang semakin kuat,” ujar Ketua MPR.
Ia juga menilai keberagaman dan toleransi merupakan bagian penting dalam kehidupan Indonesia. Dalam konteks tersebut, kontribusi umat Hindu tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga kebudayaan dan kehidupan sosial masyarakat.
Ahmad Muzani turut memberikan perhatian terhadap pengabdian para pinandita dan sulinggih yang selama ini mendampingi umat dalam berbagai situasi. Mereka dinilai memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan keagamaan dan menjaga kehidupan umat.
“Para sulinggih ada ketika umat senang, sedih, dan susah. Mereka selalu hadir dan memberikan pengorbanan besar. Kementerian Agama juga dipercaya negara untuk memberikan arahan kepada umat beragama agar berjalan di jalan yang benar,” katanya.
Mahasabha XIII PHDI menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat arah pengabdian PHDI kepada umat dan bangsa. Dharma Agama dan Dharma Negara ditempatkan sebagai dua tanggung jawab yang dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan masyarakat.
Penguatan umat juga mencakup upaya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam. Dengan landasan tersebut, PHDI didorong terus memperkuat kualitas kehidupan umat sekaligus memperluas kontribusi positif umat Hindu dalam kehidupan kebangsaan.
Mahasabha XIII PHDI Pusat Tahun 2026 diharapkan menghasilkan arah penguatan organisasi yang mampu menjawab kebutuhan umat sekaligus mempertegas kontribusi Hindu bagi Indonesia. Semangat tersebut berpijak pada pengamalan Dharma, cinta, toleransi, dan pengabdian sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia Raya.