Jakarta (BIMAS HINDU) – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dipastikan akan menghadiri Upacara Tawur Agung Kesanga yang akan digelar pada 28 Maret 2025 di Candi Prambanan, Yogyakarta. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menag saat menerima audiensi dari Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, bersama Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (14/3/2025).
"InsyaAllah saya akan hadir. Nanti biar diatur waktunya oleh Pak Dirjen Bimas Hindu. Ini kita prioritaskan," ungkap Menag Nasaruddin Umar dengan penuh antusias.
Tawur Agung Kesanga merupakan upacara suci menjelang Hari Raya Nyepi yang bertujuan menyucikan alam semesta serta menciptakan keseimbangan antara manusia dan lingkungan. Upacara ini juga merupakan bagian dari implementasi program Teo-ekologi Bimas Hindu, yang menekankan harmoni dengan alam.
Salah satu bentuk penghormatan terhadap lingkungan adalah Tumpek pangatag atau tumpek bubuh, yaitu perayaan khusus untuk memuliakan tumbuhan yang bertepatan dengan Hari Suci Nyepi pada 29 Maret 2025. Tahun ini, Tawur Agung Kesanga kembali digelar di Candi Prambanan sebagai bagian dari tradisi sakral umat Hindu.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija mengungkapkan bahwa tema Nyepi 2025 adalah "Manawasewa, Madawasewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045". Tema ini mengandung makna bahwa pelayanan kepada sesama manusia merupakan bentuk pengabdian kepada Hyang Widhi Wasa dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya juga memaparkan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang akan digelar untuk menyemarakkan Hari Raya Nyepi. Beberapa kegiatan tersebut meliputi donor darah, kunjungan ke panti jompo, serta aksi lingkungan seperti penanaman pohon dan bersih-bersih pantai. Wisnu berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan alam sekitar.
Menanggapi hal ini, Menag Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan sosial dan lingkungan sejalan dengan konsep Teo-ekologi yang saat ini menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama. “Menjaga lingkungan adalah perintah agama, dan hal ini tercermin dalam program Teo-ekologi yang kami kembangkan untuk menghijaukan Indonesia,” ujarnya.
Kehadiran Menag dalam Tawur Agung Kesanga 2025 diharapkan dapat semakin memperkuat harmoni dan kebersamaan dalam kehidupan beragama di Indonesia.