Jakarta (Bimas Hindu) --- Kementerian Agama Republik Indonesia terus mempercepat langkah transformasi digital di sektor pendidikan dengan mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) generatif. Langkah strategis yang dibahas bersama Canva Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan adaptasi teknologi bagi siswa, guru, serta tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Agama, Kamis (20/8/2026).
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi menuntut seluruh insan pendidikan untuk bergerak dinamis dan adaptif sesuai dengan arahan Menteri Agama.
"Arahan dari Pak Menteri, kita harus selalu adaptif terhadap setiap perubahan dinamika zaman, terutama teknologi. Pemanfaatan AI generatif menjadi salah satu bagian yang relevan dengan pelaksanaan pendidikan agama dan keagamaan," tegas Ali Ramdhani dalam keterangannya via Zoom Meeting.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas direktorat pendidikan keagamaan guna memperluas manfaat teknologi dan memperkaya materi pembelajaran melalui pertukaran best practice dari berbagai pihak.
Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) menyambut baik inisiatif BMBPSDM. Integrasi AI generatif dinilai sangat krusial untuk memastikan satuan pendidikan keagamaan Hindu mendapatkan akses fasilitas digital yang setara dengan pendidikan umum.
Sekretaris BMBPSDM, Wawan Djunaedi, menegaskan bahwa penerapan kerja sama pemanfaatan teknologi seperti dengan Canva Indonesia dirancang agar azas kesetaraan mutu pendidikan dapat terwujud secara nyata.
"Agar akses tersebut dapat dirasakan secara setara antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan, kami ingin menerapkan pola kerja sama yang serupa dengan Canva Indonesia. Pemanfaatan AI ini tidak hanya untuk siswa dan guru, tetapi juga berpotensi diperluas kepada PNS dan PPPK di lingkungan Kemenag," ungkap Wawan.
Bagi Bimas Hindu, perluasan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini tidak hanya akan mempermodern media pembelajaran keagamaan Hindu agar lebih menarik dan interaktif bagi generasi muda, tetapi juga menjadi instrumen efisiensi kerja bagi para Penyuluh Agama Hindu serta Aparatur Sipil Negara (PNS dan PPPK) Bimas Hindu dalam menghadirkan layanan keagamaan yang cepat, tepat, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Sumber : https://kemenag.go.id/