Validasi EMIS, Pendidikan Hindu Perkuat Akurasi Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Direktorat Pendidikan Hindu gelar Validasi Data EMIS Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Jakarta (Bimas Hindu) - Direktorat Pendidikan Hindu memperkuat akurasi dan tata kelola data pendidikan melalui validasi data pendidik dan tenaga kependidikan pada Education Management Information System (EMIS), Jumat (21/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan data pendidikan Hindu tersaji secara lengkap, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan kebijakan.

Kegiatan tersebut melibatkan operator, kepala satuan pendidikan, guru, pengawas, serta pengelola data pendidikan. Sejumlah narasumber turut memberikan pendampingan teknis, yakni Reza Septian selaku Fullstack Developer dan Programmer Backend Tim Ahli EMIS; Reza Agung Maulana, Data Engineer dan Database Administrator Tim Ahli EMIS; Abdul Haris, Fullstack Developer, Programmer Frontend dan Data Engineer Tim Ahli EMIS; serta Ismail Yusuf dari Pusdatin Kemendikdasmen.

Direktur Pendidikan Hindu Prof. I Ketut Sudarsana menegaskan, validitas data bukan hanya menjadi tanggung jawab operator, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur penyelenggara pendidikan.

“Operator tentu tidak mungkin bekerja sendirian tanpa dukungan semua pihak. Kepala satuan pendidikan, guru, pengawas, serta pengelola pendidikan di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi perlu ikut memastikan kebenaran data yang disampaikan,” ujarnya.

Prof. I Ketut Sudarsana mengatakan, operator selama ini kerap menjadi pihak yang disoroti ketika ditemukan data tidak lengkap atau tidak sesuai. Padahal, akurasi data merupakan hasil dari proses bersama yang melibatkan satuan pendidikan dan pemangku kepentingan terkait.

Karena itu, seluruh satuan pendidikan didorong memeriksa kembali data pendidik dan tenaga kependidikan yang tercatat dalam EMIS. Data yang belum lengkap, tidak sesuai, maupun tercatat ganda diminta segera diperbaiki.

“Apabila ditemukan data yang belum lengkap, tidak sesuai atau ganda agar segera diperbaiki. Termasuk apabila terdapat kendala, silakan disampaikan dalam forum ini agar narasumber dan kita sekalian dapat mencarikan jalan keluarnya bersama-sama,” lanjutnya.

Menurutnya, data pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan arah perencanaan dan kebijakan. Data yang akurat akan membantu pemerintah memetakan kebutuhan pendidikan secara lebih tepat, sekaligus memastikan program yang disusun dapat menjangkau sasaran yang membutuhkan.

“Kita ingin setiap program dan kebijakan benar-benar disusun berdasarkan data yang nyata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh guru, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, dan khususnya masyarakat Hindu di seluruh Indonesia,” katanya.

Dalam forum tersebut, peserta juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam proses pemutakhiran dan penarikan data. Kehadiran Tim Ahli EMIS dan Pusdatin Kemendikdasmen menjadi bagian dari upaya memberikan solusi atas kendala teknis yang ditemukan di lapangan.

Direktur Pendidikan Hindu mengapresiasi keterlibatan para narasumber, panitia, tim pengelola EMIS, dan seluruh peserta. Ia berharap proses validasi tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berlanjut melalui pemutakhiran data secara berkelanjutan di masing-masing satuan pendidikan.

“Dengan data yang baik, kita dapat membangun perencanaan yang lebih baik. Mari kita bersama-sama memastikan data pendidikan Hindu benar-benar menggambarkan kondisi yang ada di lapangan,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis, proses validasi, serta diskusi untuk membahas berbagai kendala dalam pengelolaan data pendidik dan tenaga kependidikan pada EMIS.

Forum tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk melakukan validasi data secara langsung sekaligus membahas berbagai kendala yang ditemui dalam pengelolaan EMIS. Melalui proses ini, Direktorat Pendidikan Hindu mendorong terwujudnya data pendidikan yang lebih akurat dan dapat menjadi pijakan dalam penyusunan program serta kebijakan pendidikan Hindu ke depan.

Kontributor : I Made Juni Saputra


Berita Pusat LAINNYA