Yayasan Abdi Dharma Jagadhita Komitmen Layani Masyarakat lewat Kegiatan Sosial, Kesehatan dan Keagamaan

Yayasan Abdi Dharma Jagadhita Komitmen Layani Masyarakat lewat Kegiatan Sosial, Kesehatan dan Keagamaan

JAKARTA,  (BIMAS HINDU) – Pada perayaan 15 tahun pengabdiannya, Yayasan Abdi Dharma Jagadhita kembali menegaskan komitmennya untuk melayani masyarakat lewat kegiatan sosial, kesehatan dan keagamaan.

Penegasan itu disampaikan dalam sebuah acara angayubagia sekaligus pengukuhan pengurus baru yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan umat Hindu pada hari Sabtu (21/9/2024).

Ketua Yayasan Abdi Dharma Jagadhita, Ketut Sukarata, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pengurus serta para pendukung yayasan. 

"Kita didirikan dengan tujuan mulia untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, kesehatan, dan edukasi. Tahun ini, kegiatan yayasan kami kembangkan dengan fokus pada keagamaan dan kemanusiaan, dilandasi semangat gotong-royong dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan bersama, terutama dalam hal kesehatan, pendidikan, dan spiritual," ungkapnya.

Ketut Sukarata juga menekankan pentingnya peran pengurus baru dalam melanjutkan visi yayasan. "Saya percaya, di bawah kepemimpinan dan kebersamaan pengurus yang baru, yayasan kita akan semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tuturnya. 

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dokter Nyoman Arya Wicaksana, yang sebelumnya telah memimpin yayasan dengan baik.

Dalam acara ini, Yayasan Abdi Dharma Jagadhita mengumumkan program-program baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan gratis, edukasi kesehatan untuk tenaga medis dan masyarakat, serta kegiatan sosial yang dikombinasikan dengan upaya keagamaan dan kemanusiaan.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Kementerian Agama (Kemenag) RI Prof. I Nengah Duija. Dalam kesempatan itu, Prof. Duija memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Yayasan Abdi Dharma Jagadhita.

"Ini adalah sebuah peristiwa yang jarang diperhatikan, tetapi sangat vital. Saya sangat mengapresiasi pengabdian para dokter Hindu yang tidak hanya melayani di bidang kesehatan, tetapi juga dalam kegiatan agama. Menolong seseorang yang sedang sakit adalah tugas mulia yang bahkan jarang dilakukan Tuhan. Menyelamatkan satu nyawa lebih penting daripada sembahyang berjam-jam," kata Prof. Duija.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik, seperti pura, dan kesehatan masyarakat di sekitarnya. "Pura tidak hanya berbicara soal Tuhan, tetapi juga tentang manusia yang bertuhan. Oleh karena itu, saya menghimbau agar seluruh ketua PHDI dan pengempon pura turut berkontribusi dalam menjaga kesehatan umat."

Selain itu, Dirjen Bimas Hindu juga mendukung usulan pendirian klinik oleh yayasan, sebagai langkah awal menuju pembangunan rumah sakit. "Dengan dukungan masyarakat dan pengabdian para dokter Hindu, saya yakin suatu saat kita akan punya rumah sakit yang lahir dari dedikasi dan usaha yang dimulai dari klinik kecil ini," katanya.

Dr. Nyoman Kabdut, sebagai salah satu tokoh penting dalam yayasan, menambahkan dengan pesan yang penuh inspirasi: "Berjuanglah tanpa pamrih. Jika kau bekerja dengan baik dan pikiranmu mengenangku, maka kamu akan bersatu dengan aku dan Tuhan."

Acara pengukuhan dan peringatan 15 tahun Yayasan Abdi Dharma Jagadhita ini diakhiri dengan harapan agar yayasan terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan kemanusiaan.


Berita Pusat LAINNYA