Bangli (Bimas Hindu) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangli melalui tim Penyuluh Agama Hindu terus menggencarkan inovasi layanan keagamaannya. Melalui Program Ruang Pulih, tim penyuluh melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan khusus bagi kelompok binaan rehabilitan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah Shanti Mahotama, Selasa (4/8/2026).
Program Ruang Pulih merupakan inovasi layanan Kemenag yang mengintegrasikan pembinaan keagamaan sebagai instrumen penguatan kesehatan rohani untuk mendukung proses rehabilitasi kelompok rentan.
Tim penyuluh yang diterjunkan dalam kegiatan ini terdiri dari I Wayan Budeyasa, Ni Nyoman Sutiari, Ni Wayan Wiraswastini, I Gusti Ayu Nurcahyani, I Wayan Sudarma, Ni Wayan Gantiari, dan I Komang Widiana.
Mengusung tema "Menata Jiwa, Memulihkan Diri Melalui Keseimbangan Kesehatan Rohani (Panca Nyama Brata)", para penyuluh memandu 20 orang rehabilitan dalam praktik Nitya Karma Puja Tri Sandhya, pendalaman ajaran Panca Nyama Brata, serta dialog spiritual interaktif.
Dalam sesi penyuluhan, para pasien rehabilitasi diberikan pemahaman mendalam bahwa proses pemulihan tidak bisa hanya bertumpu pada pendekatan medis dan psikologis, melainkan harus ditopang oleh fondasi spiritual yang kuat. Melalui ajaran Panca Nyama Brata, para peserta diajak untuk melatih pengendalian diri, menjaga kesucian hati, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun karakter yang selaras dengan ajaran Dharma.
"Program Ruang Pulih menjadi media pendampingan rohani yang membantu rehabilitan membangun pengendalian diri, menumbuhkan ketenangan batin, serta memperkuat keyakinan untuk bangkit. Kami berharap praktik Tri Sandhya dan pengamalan Panca Nyama Brata ini menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani proses pemulihan, hingga siap kembali ke tengah masyarakat," tegas Penyuluh Agama Hindu, I Wayan Sudarma.
Selain praktik peribadatan, kegiatan juga diisi dengan dialog yang mendorong para rehabilitan untuk merefleksikan perjalanan hidupnya. Pendekatan ini dirancang untuk memperbaiki hubungan pasien dengan diri sendiri, sesama, dan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga ketahanan mental mereka terbentuk secara utuh.
Melalui keberlanjutan Program Ruang Pulih ini, Kantor Kemenag Kabupaten Bangli berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berdampak nyata. Bimbingan rohani ini diharapkan bermuara pada kesembuhan holistik membentuk pribadi yang tangguh secara mental, spiritual, dan fisik pasca-rehabilitasi.
Kontributor: I Made Sudiana