Banyumas (Bimas Hindu) – Penyuluh Agama Hindu Slamet bersama Penyuluh Agama Konghucu Trisno Rahayu dan Penyuluh Agama Kristen Guntur berkoordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas untuk memperkuat edukasi pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat. Pertemuan berlangsung di Kantor KPA Kabupaten Banyumas, Kamis (6/8/2026), dan diterima langsung oleh Ketua KPA Kabupaten Banyumas Wondo bersama jajaran staf.
Koordinasi tersebut membahas pentingnya memperluas pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS, termasuk pola hidup sehat, pergaulan yang sehat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Keterlibatan penyuluh lintas agama menjadi bagian dari upaya menyampaikan informasi kesehatan melalui ruang pembinaan yang dekat dengan masyarakat.
Ketua KPA Kabupaten Banyumas, Wondo, menekankan bahwa kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Menurutnya, pola hidup sehat perlu dibarengi dengan kepedulian terhadap kondisi kesehatan melalui pemeriksaan secara berkala.
“Menjaga pola hidup sehat dan membangun pergaulan yang sehat merupakan langkah penting dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sehingga dapat ditindaklanjuti dengan tepat,” ujar Wondo.
Dalam pertemuan tersebut, para penyuluh agama dan KPA juga membahas pentingnya memberikan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS kepada masyarakat. Edukasi diperlukan agar pemahaman masyarakat tidak dibangun berdasarkan informasi yang keliru, sekaligus mendorong sikap yang lebih terbuka terhadap persoalan kesehatan.
Peran penyuluh agama dinilai penting karena kegiatan pembinaan keagamaan memiliki ruang interaksi langsung dengan umat, termasuk generasi muda dan tokoh masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pesan mengenai kesehatan dapat disampaikan bersamaan dengan penguatan kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap sesama.
Sebagai tindak lanjut, KPA Kabupaten Banyumas bersama para penyuluh agama akan menggelar edukasi pencegahan HIV/AIDS yang menyasar penyuluh agama, generasi muda, dan tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 8 September 2026 di Klenteng Hoek Tok Bio Purwokerto.
Edukasi bersama tersebut akan menjadi ruang untuk memperluas informasi mengenai pencegahan HIV/AIDS, perilaku hidup sehat, serta pentingnya mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV. Dengan informasi yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah pencegahan secara tepat dan tidak memberikan perlakuan diskriminatif.
Melalui kolaborasi KPA Kabupaten Banyumas dan penyuluh agama lintas agama, edukasi HIV/AIDS diarahkan menjadi bagian dari pembinaan masyarakat yang lebih luas. Sinergi tersebut membuka ruang bagi penyuluh agama untuk turut menyampaikan pesan kesehatan, kepedulian sosial, dan pentingnya membangun lingkungan yang sehat serta saling mendukung.
Kontributor : I Made Juni Saputra