Klungkung (BIMAS HINDU) — Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Klungkung menyasar siswa SMK Negeri 1 Klungkung melalui kegiatan KARMA (Kampanye Agama Ramah Masyarakat) yang digelar pada Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Klungkung, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Klungkung.
Sebanyak 45 siswa yang merupakan perwakilan dari masing-masing kelas mengikuti kegiatan yang dirancang sebagai ruang dialog, konsultasi, dan pendampingan keagamaan bagi generasi muda.
Kegiatan KARMA menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan remaja. Program ini juga sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI yang menitikberatkan pada penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas kehidupan beragama, serta layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Berbeda dengan pola penyuluhan konvensional, KARMA hadir melalui pendekatan yang santai, humanis, dan tidak menggurui. Para siswa diberikan ruang aman untuk menyampaikan berbagai keresahan yang mereka alami selama masa remaja, baik yang berkaitan dengan keluarga, pendidikan, maupun lingkungan sosial.
“Di tengah rumitnya masa remaja, Penyuluh Agama hadir sebagai pendamping arah dan penguat langkah,” ujar Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Ayu Putri Suryaningrat.
Dalam sesi diskusi, para siswa tampak antusias berbagi pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi. Beberapa mengungkapkan kegelisahan karena cita-cita yang belum mendapat dukungan, tekanan mental akibat komentar negatif dari lingkungan sekitar, hingga rasa kurang percaya diri karena sering menerima ejekan dari teman sebaya.
Menanggapi hal tersebut, para Penyuluh Agama Hindu hadir bukan hanya sebagai narasumber, tetapi juga sebagai sahabat dialog yang siap mendengar, memahami, dan memberikan penguatan. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan moral, psikologis, dan spiritual agar para siswa mampu mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, serta tetap berpegang pada nilai-nilai dharma dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kepala SMK Negeri 1 Klungkung, Sri Rejeki, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, remaja saat ini membutuhkan ruang komunikasi yang dekat dengan dunia mereka.
“Anak-anak membutuhkan bahasa yang dekat dengan mereka. KARMA hadir dengan pendekatan tersebut. Harapannya, nilai-nilai dharma tidak hanya menjadi hafalan, tetapi tumbuh menjadi gaya hidup, pegangan etika, dan sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan masa remaja,” ujarnya.
Suasana hangat dan terbuka yang tercipta selama kegiatan membuat para siswa merasa nyaman untuk melanjutkan komunikasi dengan para penyuluh. Bahkan, beberapa siswa secara sukarela bertukar kontak untuk memperoleh pendampingan lanjutan, baik secara daring maupun luring.
Hal ini menunjukkan bahwa KARMA bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal terbentuknya ruang konsultasi dan pendampingan berkelanjutan bagi generasi muda. Melalui pendekatan yang lebih dekat, relevan, dan penuh empati, Kementerian Agama Kabupaten Klungkung berharap para remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat secara mental, kuat secara spiritual, dan tetap berpijak pada nilai-nilai dharma di tengah dinamika zaman.