Bangli (Bimas Hindu)- Bagi seseorang yang sedang berjuang lepas dari ketergantungan NAPZA, pemulihan tidak hanya membutuhkan terapi medis, tetapi juga kekuatan mental, spiritual, dan karakter. Melalui Program Ruang Pulih, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Bangli menghadirkan pembinaan keagamaan yang menanamkan nilai-nilai WATCH sebagai bekal membangun kehidupan yang lebih baik.
Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli kembali melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi warga binaan rehabilitasi NAPZA di RSJ Manah Shanti Mahottama, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Ruang Pulih, sebuah layanan pembinaan spiritual yang bertujuan memperkuat kesehatan mental, moral, dan keagamaan selama proses rehabilitasi.
Pembinaan dipandu oleh Penyuluh Agama Hindu I Wayan Sudarma, Ni Wayan Wiraswastini, dan I Komang Widiana dengan mengangkat tema "Membangun Sikap Positif di Tengah Ketidaknyamanan melalui Konsep WATCH." Materi tersebut mengajak peserta memahami bahwa perubahan dimulai dari kemampuan mengendalikan diri melalui lima prinsip utama, yaitu Word (menjaga perkataan), Attitude (membangun sikap positif), Thought (menata pikiran), Character (membentuk karakter yang kuat), dan Heart (menjaga kebersihan hati).
Kelima nilai tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun ketahanan mental sekaligus memperkuat komitmen warga binaan untuk menjalani proses rehabilitasi secara konsisten. Para penyuluh menekankan bahwa setiap tantangan yang dihadapi selama masa pemulihan bukanlah hambatan, melainkan kesempatan untuk menempa pribadi yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.
"Ketidaknyamanan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan kesempatan untuk bertumbuh. Dengan menjaga perkataan, sikap, pikiran, karakter, dan hati, setiap individu memiliki bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik serta menjaga komitmen untuk pulih secara utuh," ujar I Wayan Sudarma.
Sebanyak 16 warga binaan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Suasana pembinaan berlangsung interaktif melalui dialog, refleksi, dan penyampaian materi yang komunikatif sehingga peserta terdorong untuk berbagi pengalaman serta memperkuat motivasi dalam menjalani proses rehabilitasi.
Melalui Program Ruang Pulih, Kementerian Agama Kabupaten Bangli terus berupaya menghadirkan layanan pembinaan spiritual yang tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan optimisme, serta membangun ketahanan moral bagi warga binaan. Pendekatan ini diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi sehingga mereka dapat kembali menjalankan peran sosial secara produktif, mandiri, dan berakhlak mulia.