Barito Utara (Bimas Hindu) – Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Wandi bersama Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK), WHDI, Guru Agama Hindu, pemuda, dan pelajar melaksanakan kunjungan pembinaan umat Hindu Kaharingan di Desa Baok, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan umat Hindu Kaharingan dari Kecamatan Gunung Purei dan Kecamatan Teweh Timur.
Kunjungan menjadi ruang bagi jajaran Kementerian Agama dan lembaga keagamaan untuk berdialog langsung dengan umat mengenai kebutuhan pembinaan, pendidikan agama, kelembagaan, serta keberlangsungan kehidupan keagamaan Hindu Kaharingan di tingkat desa.
Dalam pertemuan, Ketua Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Baok dan Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Gunung Purei menyampaikan aspirasi agar waktu kunjungan pembinaan dapat diperpanjang. Hal tersebut dinilai penting agar pendampingan dapat berlangsung lebih mendalam dan menjangkau kebutuhan umat secara langsung.
Persoalan pendidikan agama juga menjadi perhatian. Masyarakat menyampaikan bahwa SDN 1 Baok memiliki sejumlah peserta didik beragama Hindu, tetapi belum tersedia Guru Agama Hindu. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dicarikan solusi bersama agar peserta didik memperoleh pembelajaran agama sesuai keyakinannya.
Ketua MD-AHK Kabupaten Barito Utara, Goi Nuri, menegaskan bahwa lembaga keagamaan Hindu Kaharingan perlu memperkuat perannya dalam memberikan pembinaan langsung kepada umat.
“Majelis Agama Hindu Kaharingan tidak hanya memiliki fungsi administratif, tetapi juga harus aktif turun ke lapangan untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada umat di wilayah masing-masing,” ujar Goi Nuri.
Ia mengatakan program kunjungan pembinaan akan kembali diprogramkan secara berkelanjutan. Majelis Resort di Kecamatan Gunung Purei dan Kecamatan Teweh Timur juga didorong untuk terus menjaga keberlangsungan pembinaan dan kehidupan umat Hindu Kaharingan di wilayah masing-masing.
Menanggapi aspirasi terkait Guru Agama Hindu, Wandi menyampaikan pentingnya koordinasi antara Majelis Agama Hindu Kaharingan dan pihak sekolah. Menurutnya, kebutuhan tenaga pendidik dapat dibahas bersama untuk menemukan langkah yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Pemenuhan Guru Agama Hindu merupakan bagian penting untuk memastikan peserta didik mendapatkan hak pembelajaran agama sesuai dengan keyakinannya. Karena itu, diperlukan koordinasi antara sekolah, majelis agama, masyarakat, dan Kementerian Agama agar kebutuhan tersebut dapat ditindaklanjuti secara tepat,” kata Wandi.
Dalam pembahasan kelembagaan, forum turut menyoroti penguatan peran Majelis Kelompok, Majelis Resort, dan Majelis Daerah agar pelayanan kepada umat berjalan lebih terstruktur. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan jubah dan buku Petunjuk Pemberkatan Perkawinan sebagai dukungan terhadap pelayanan keagamaan Hindu Kaharingan.
Forum juga membahas pelaksanaan ritual keagamaan, termasuk pentingnya koordinasi dengan Ketua Majelis Kelompok dalam pelaksanaan ritual Hindu Kaharingan. Selain itu, dibicarakan pula keberlanjutan ritual Wara serta pentingnya mempersiapkan kader umat untuk berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Dari sisi pelayanan keagamaan, Wandi menyampaikan sejumlah program Kementerian Agama yang berkaitan dengan kebutuhan umat. Di antaranya kerja sama dengan Dinas Pertanahan untuk membantu proses sertifikasi tanah rumah ibadah lintas agama serta sinergi pelayanan pembinaan rohani di Lapas Kelas IIB Muara Teweh dan RSUD Muara Teweh.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan program kepedulian terhadap lingkungan melalui gerakan menjaga kebersihan rumah ibadah. Selain itu, disampaikan pula program pembinaan calon pengantin melalui Rumah Bina Keluarga Sejahtera (RBKS) sebagai wadah pembinaan pasangan yang akan memasuki kehidupan Grahasta maupun keluarga yang menghadapi persoalan rumah tangga.
Kepala Desa Baok menyambut baik kunjungan pembinaan tersebut. Menurutnya, kehadiran unsur Kementerian Agama, lembaga keagamaan, pendidik, dan organisasi umat secara langsung memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus memperkuat komunikasi.
Kunjungan di Desa Baok memperlihatkan pentingnya pelayanan keagamaan yang hadir langsung di tengah umat, terutama di wilayah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Dialog, pembinaan, dan koordinasi antara Kementerian Agama, lembaga keagamaan, pemerintah desa, pendidik, pemuda, dan masyarakat menjadi pijakan untuk menindaklanjuti kebutuhan umat Hindu Kaharingan secara lebih terarah.
Kontributor : I Made Juni Saputra