Sosialisasi RBKS: Fase Sakral Membangun Keluarga Hindu yang Harmonis dan Religius

Penyuluh Agama Hindu Lampung Tengah,

Lampung Tengah (Bimas Hindu)-Memasuki jenjang kehidupan berumah tangga atau Grahasta Asrama merupakan salah satu fase sakral yang menuntut kesiapan mental, spiritual, dan pemahaman mendalam bagi umat Hindu. Guna memastikan pasangan baru memiliki fondasi yang kokoh, bimbingan dan pembekalan pranikah secara langsung digulirkan di tengah masyarakat.

Aksi pembinaan yang menyentuh langsung kebutuhan umat ini dilaksanakan bertepatan dengan upacara Wiwaha (pernikahan) yang bertempat di Bedeng 5, Kelurahan Trimurjo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (25/5). Kehadiran Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada bersama Wayan Tini Widyawati, menjadi wujud nyata Program Kemenag Berdampak dalam pelayanan terhadap perkembangan keluarga Hindu yang berkualitas.

Sebelum ritual utama dimulai, rangkaian acara diawali dengan prosesi serah terima pengantin. Pihak keluarga mempelai wanita menyerahkan kedua mempelai secara adat kepada pihak keluarga mempelai pria, yang kemudian diterima dengan penuh kehangatan oleh perwakilan keluarga pria. Prosesi ini berlangsung penuh kekeluargaan sebagai simbol penyatuan dua keluarga besar dalam ikatan suci perkawinan yang sah menurut ajaran agama Hindu.

Usai prosesi serah terima, suasana khidmat berlanjut pada sesi pembinaan perkawinan yang disampaikan kolaboratif oleh tokoh agama setempat bersama penyuluh agama. Dalam kesempatan tersebut, I Ketut Ginada memanfaatkan momentum untuk mensosialisasikan program unggulan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS). Program ini gencar digaungkan sebagai mesin penggerak pembinaan umat dalam membangun rumah tangga yang harmonis, religius, serta senantiasa berjalan di atas rel nilai-nilai Dharma.

"Membangun keluarga yang sukinah (bahagia) membutuhkan kesadaran bersama mengenai hak dan kewajiban antara suami dan istri. Melalui wadah Rumah Bina Keluarga Sukinah ini, kami membekali pasangan baru agar mampu menjaga keharmonisan, menyelesaikan dinamika rumah tangga dengan bijak, serta senantiasa melandasi gerak langkah keluarga baru ini dengan Śraddhā dan Bhakti," urai I Ketut Ginada saat memberikan pembekalan.

Selesai sesi pembinaan, puncak acara dilanjutkan dengan pelaksanaan upacara Wiwaha yang dipimpin oleh Pinandita dengan dibantu secara gotong royong oleh umat Hindu setempat. Prosesi sakral tersebut berjalan sangat khidmat dan kental dengan nuansa kebersamaan, mengiringi bait-bait doa serta harapan agar kedua mempelai dianugerahi keluarga yang harmonis, langgeng, berkecukupan, dan selalu berada dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa.

Melalui pendampingan pranikah dan sosialisasi RBKS yang masif ini, pasangan pengantin baru di Lampung Tengah diharapkan tidak hanya sekadar sah secara administrasi dan adat, melainkan mampu tumbuh menjadi keluarga pelopor yang rukun, bahagia, serta menjadi teladan positif dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan tuntunan suci ajaran agama Hindu.


Berita Daerah LAINNYA