Klungkung (Bimas Hindu) — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin mendominasi ruang digital menjadi tantangan baru bagi kehidupan beragama. Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh algoritma media digital, para Pinandita didorong untuk semakin memperkuat perannya sebagai kompas umat Hindu melalui penguatan pemahaman sastra agama.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam Lokasabha III Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Daerah Kabupaten Klungkung yang mengusung tema "Kita Tingkatkan Pelayanan kepada Umat dan Sraddha Bhakti kepada Tuhan" pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Putu Indira Bhadrawati, ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas anggota PSN, penasehat, peninjau, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Klungkung yang dibacakan Kepala Kesbangpol Kabupaten Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara, disampaikan bahwa tantangan umat saat ini tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga bagaimana membangun pemahaman sastra agama yang kuat sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.
"Para Pinandita-lah yang menjadi kompas bagi umat pada peningkatan pemahaman sastra dimaksud. Terlebih lagi saat ini algoritma politik dunia dikuasai oleh AI (Kecerdasan Buatan) dalam media digital. Penguatan terhadap ajaran-ajaran agama melalui pemahaman yang kuat adalah benteng untuk memfilter dampak negatif dari teknologi," ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peran Pinandita kini semakin strategis. Tidak hanya memimpin pelaksanaan upacara keagamaan, Pinandita juga menjadi pembimbing spiritual yang mengarahkan umat agar mampu memahami ajaran Hindu secara utuh, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun berbagai narasi yang berkembang di media digital.
Ketua PSN Korwil Provinsi Bali, Pinandita I Wayan Dodi Arianta, menjelaskan bahwa Pinandita Sanggraha Nusantara merupakan wadah persatuan para pemangku dan pinandita yang telah melaksanakan eka jati di seluruh Nusantara. Melalui Lokasabha III, organisasi melakukan evaluasi program kerja, menyusun langkah strategis, memperkuat persatuan anggota, serta memilih kepengurusan baru untuk melanjutkan pengabdian kepada umat.
Lokasabha juga menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan keagamaan sekaligus meningkatkan kapasitas Pinandita dalam menjawab tantangan masyarakat yang terus berkembang. Dengan pemahaman sastra yang semakin mendalam, Pinandita diharapkan mampu menghadirkan pembinaan keagamaan yang relevan tanpa kehilangan pijakan pada nilai-nilai luhur ajaran Hindu.
Kementerian Agama Kabupaten Klungkung menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi bersama organisasi keagamaan, termasuk PSN, dalam memperkuat pembinaan dan pelayanan kepada umat. Kolaborasi tersebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya Layanan Keagamaan Berdampak, agar pelayanan keagamaan semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjawab tantangan era digital.