LABUAN BAJO (BIMAS HINDU) - Siswa-siswi Pasraman Widya Saraswati jenjang SD dan SMP di Labuan Bajo mengimplementasikan ajaran suci agama Hindu melalui aksi nyata ngayah bersihkan area Pura Agung Giri Segara, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat, I Made Sujati, S.Ag., bersama Guru Pasraman Widya Saraswati, Ni Made Suliati, S.Ag. Kerja bakti ini diselenggarakan sebagai bagian dari strategi pembinaan karakter umat sejak dini sekaligus pengamalan nilai-nilai keagamaan melalui tradisi ngayah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan seluruh lingkungan pura. Usai menjaga kebersihan tempat suci, seluruh siswa dan pembina melaksanakan persembahyangan pagi bersama guna memohon keselamatan dan kelancaran. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pembelajaran Sekolah Minggu dengan fokus pendalaman materi kitab suci Bhagavad Gita Bab 2 Sloka 47.
Materi yang dibahas mengulas sloka populer:
“Karmany evādhikāras te mā phalesu kadācana, mā karma-phala hetur bhur mā te sango ‘stv akarmani”.
Sloka tersebut memiliki makna bahwa setiap manusia berhak dan berkewajiban melaksanakan tugas yang telah ditetapkan, namun tidak berhak atas hasil perbuatan tersebut, serta tidak membiarkan diri terikat pada sifat tidak melaksanakan kewajiban.
Melalui pembelajaran ini, generasi muda pasraman diajak memahami tiga pilar utama: melaksanakan tugas kewajiban yang telah ditetapkan, tidak bekerja secara sembarangan, dan pantang meninggalkan kewajiban.
Penyuluh Agama Hindu Kankemenag Manggarai Barat, I Made Sujati, S.Ag., menegaskan bahwa aksi ngayah ini merupakan wujud aktualisasi konkret dari ajaran Bhagavad Gita yang dipelajari di kelas.
"Beranjak dari kegiatan ngayah, membersihkan lingkungan pura dilakukan dengan tulus berbakti, tanpa terikat akan hasil dari sebuah tindakan. Adik-adik jangan menjadi penonton atau hanya berdiam diri tanpa ikut ambil bagian dalam bekerja," pesan I Made Sujati di hadapan para siswa.
Rangkaian kegiatan terpadu ini dimulai dari kerja bakti, persembahyangan bersama, hingga pembelajaran Bhagavad Gita, diharapkan dapat membentuk generasi muda Hindu yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta jiwa pengabdian yang tulus ikhlas (karma yoga).