Dirjen Bimas Hindu Buka Pelatihan Siaga Bencana di Pura Candra Prabha: Kolaborasi Lintas Iman Perkuat Ketangguhan Rumah Ibadah

Dirjen Bimas Hindu Buka Pelatihan Siaga Bencana di Pura Candra Prabha

Jakarta (BIMAS HINDU) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama RI mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan ketahanan rumah ibadah Hindu terhadap potensi bencana. Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija secara resmi membuka Pelatihan Manajemen Bencana dan Pembentukan Tim Siaga Bencana yang diselenggarakan di Pura Candra Prabha Jelambar, Jakarta Barat. Uniknya, pelatihan vital ini difasilitasi oleh Yayasan Islamic Center Indonesia, menunjukkan sinergi antarumat beragama dalam isu kemanusiaan, Sabtu, 21/06/2025.

Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. I Nengah Duija. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Yayasan Islamic Center, Ketua PHDI Kota Jakarta Barat, Ketua WHDI Kota Jakarta Barat, Ketua SDHD Banjar Jakarta Barat, serta Ketua RT/RW setempat. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan lintas lembaga ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan bersama.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap pelatihan semacam ini tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan tersebar luas ke seluruh pura dan rumah ibadah Hindu di Indonesia. "Mengingat jumlah Pura rumah Ibadah Hindu di Indonesia cukup banyak, apalagi sekarang sudah terbentuk Tim dan memiliki Trainer serta Fasilitator Rumah Ibadah Tangguh Bencana, untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan rumah ibadah terhadap bencana," ujar Prof. Duija.

Prof. Duija menekankan bahwa kesiapsiagaan ini sangat krusial sebab "kita tidak tahu kapan bencana itu akan datang." Beliau juga memperluas pemahaman tentang bencana. "Bencana bukan hanya meliputi gempa bumi, banjir atau Tsunami, wabah penyakit bisa dikategorikan juga sebagai bencana," tegasnya. Pandangan ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam mitigasi risiko, termasuk ancaman non-alam.

Menariknya, Dirjen Bimas Hindu juga mengaitkan mitigasi bencana dengan kearifan lokal Hindu. "Dalam kutipan Lontar Roga Sanghara Bhumi, bahwa bencana wabah penyakit serta bencana alam dapat dikaitkan melalui perhitungan sasih dan pawukon, jadi kita bisa melakukan mitigasi lebih awal," Ungkap Prof. I Nengah Duija. Hal ini menggarisbawahi potensi pemanfaatan pengetahuan tradisional dalam sistem peringatan dini dan pencegahan.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan teoretis, tetapi juga pada pembentukan tim siaga bencana yang solid di tingkat rumah ibadah. Dengan adanya trainer dan fasilitator yang mumpuni, diharapkan setiap pura dapat memiliki unit respons cepat yang terlatih untuk mengelola situasi darurat. Ini merupakan upaya nyata untuk menjadikan rumah ibadah sebagai pusat yang tangguh dan aman bagi komunitasnya.

Sinergi antara Ditjen Bimas Hindu dan Yayasan Islamic Center Indonesia dalam kegiatan ini menjadi contoh inspiratif kolaborasi antarumat beragama untuk tujuan kemanusiaan. Ini membuktikan bahwa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama melampaui batas-batas keyakinan, demi terciptanya masyarakat yang lebih aman dan berdaya dalam menghadapi segala bentuk bencana.


Berita Pusat LAINNYA