Jakarta (BIMAS HINDU) — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija, menghadiri Wisuda XXIII Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Agama Hindu dan Wisuda X Sarjana S-1 Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta, yang digelar di Gedung Wanita BKOW, Jakarta, pada Minggu (12/10/2025).
Kegiatan wisuda ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting lintas sektor, akademisi, dan tokoh umat Hindu. Hadir di antaranya Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Dirjen Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Vice President Corporate Communication Indonesia Financial Group, Kepala Kantor OJK Jabodetabek, Owner Natural Energy Resources, Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Pembina dan jajaran Yayasan Dharma Nusantara, serta para pimpinan perguruan tinggi Hindu negeri dan swasta se-Indonesia. Turut hadir pula para Ketua lembaga keagamaan Hindu tingkat nasional, para Pembimas dan Kabid Bimas Hindu se-Indonesia, Ketua Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Raya, Ketua Banjar dan Pasraman se-Jabodetabek, guru besar, civitas akademika STAH Dharma Nusantara Jakarta, serta para orang tua asuh dan donatur mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian STAH Dharma Nusantara Jakarta (STAH DNJ) yang kembali melahirkan lulusan sarjana Hindu berintegritas dan berdaya saing.

“Wisuda bukan akhir, melainkan awal perjalanan baru untuk mengabdi. Lulusan STAH Dharma Nusantara Jakarta harus menjadi teladan yang membawa nilai-nilai dharma di tengah masyarakat,” ujar Prof. I Nengah Duija.
Beliau menilai, perjalanan STAH DNJ yang kini telah memasuki usia ke-31 menunjukkan keteguhan dan daya juang kampus ini dalam mengembangkan pendidikan tinggi Hindu di tengah dinamika zaman.
“Tiga puluh satu tahun adalah usia yang menandakan kedewasaan dalam berproses. Kultur akademik di STAH DNJ tetap hidup, menandakan adanya ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Hindu juga menyampaikan bahwa program magister (S2) STAH Dharma Nusantara Jakarta saat ini telah selesai menjalani proses assessment kecukupan dan tengah menunggu hasil final dari asesor untuk dapat segera disahkan. Ia juga mendorong kerja sama strategis antara STAH DNJ dan Pasraman Saraswati Nusantara (PSN) agar peserta didik Hindu dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana dan pascasarjana.
“Kita dorong sinergi antara pasraman dan perguruan tinggi agar lulusan Hindu tidak berhenti di tingkat SMA, tetapi dapat menempuh pendidikan tinggi hingga strata dua,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dirjen mengungkapkan bahwa Ditjen Bimas Hindu tengah mengembangkan sistem pembelajaran berbasis digital melalui Learning Management System (LMS) yang akan diterapkan pada tahun 2026. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi Hindu ke berbagai daerah.
“Melalui LMS, pembelajaran bisa dilakukan dari rumah, memberi kesempatan bagi umat Hindu di seluruh Indonesia untuk tetap belajar tanpa batas,” tambah Prof. I Nengah Duija.
Beliau juga mendorong mahasiswa dari pendidikan umum agar mengambil double degree di STAH Dharma Nusantara Jakarta untuk memperkaya pemahaman spiritual dan pengetahuan agama Hindu sebagai bekal di tengah kehidupan yang majemuk.
Menutup sambutannya, Dirjen Bimas Hindu menegaskan komitmen Ditjen Bimas Hindu untuk terus mendorong peningkatan mutu dan pemerataan pengelolaan perguruan tinggi Hindu di Indonesia.