Hadiri Pujawali Pura Adhitya Jaya, Dirjen Bimas Hindu Tekankan Esensi Saraswati Sebagai Pedoman Hidup

Dharma Wacana pada Hari Suci Saraswati di Pura Adhitya Jaya Rawamangun

Jakarta (Humas Hindu) – Suasana penuh khidmat menyelimuti Pura Adhitya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur, pada Sabtu (6/9/2025), saat digelarnya Pujawali yang berlangsung sejak sore hingga malam hari. Prosesi diawali pukul 18.00 WIB dengan kedatangan Pratima yang disambut tarian rejang, dilanjutkan dengan tarian topeng sidakarya sebagai simbol penyucian dan penyempurnaan yadnya.

Setelah persembahyangan bersama umat, acara dilanjutkan dengan nunas wangsupadan Ida Bhatara yang diiringi kekidungan suci. Momen tersebut semakin bermakna dengan sambutan Ketua Yayasan Pura Adhitya Jaya, sebelum berlanjut pada pedharma wacana yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija.

Dalam dharma wacana yang mengangkat tema Hari Raya Saraswati, Dirjen Bimas Hindu menekankan pentingnya menjaga etika berbicara sebagaimana diajarkan dalam ajaran Hindu. Disebutkan empat etika berbicara, yakni bagaimana perkataan dapat menghadirkan kebahagiaan, menguatkan persahabatan, mengiringi dalam kedukaan, serta menjadi pengingat di kala ajal tiba.

“Esensi Saraswati sejatinya ada di dalam diri kita. Menghidupkan aksara dengan cara madwijati adalah bentuk kelahiran kedua melalui ilmu pengetahuan,” ungkap Prof. Duija. 

Beliau juga menegaskan pentingnya memuliakan tubuh dengan selalu berpikir, berkata, dan berbuat yang baik sebagai wujud pengamalan dharma dalam kehidupan.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen juga menyampaikan pesan Presiden RI melalui Menteri Agama RI, agar seluruh umat beragama di Indonesia senantiasa memanjatkan doa demi kebaikan bangsa dan negara. 

“Kita semua berharap situasi negara segera membaik demi kemajuan generasi muda yang akan datang,” tambahnya.

Hadir mendampingi Dirjen Bimas Hindu, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Dr. Ida Made Pidada Manuaba, serta Kasubdit Pendidikan Tinggi Hindu, Putu Jaya Adnyana Widhita. Turut hadir pula Ketua Suka Duka Hindu Dharma Jakarta, Ketua PHDI Provinsi DKI Jakarta, dan perwakilan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI).

Rangkaian pujawali gelombang pertama ditutup dengan pramasantih sebagai penutup acara. Umat yang hadir pulang dengan penuh rasa damai, membawa pesan suci Saraswati untuk terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bekal menuju keharmonisan dan kemajuan bangsa


Berita Pusat LAINNYA