Harmonisasi Program Kehumasan: Fokus Storytelling, Bangun Keterikatan Emosional Connection dengan Publik

Kegiatan Harmonisasi Program Kehumasan bertema “Satu Humas untuk Indonesia Harmoni

Bogor (BIMAS HINDU) – Di tengah derasnya arus informasi digital, Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Republik Indonesia melangkah progresif dengan menyelenggarakan kegiatan Harmonisasi Program Kehumasan bertema “Satu Humas untuk Indonesia Harmoni”. Acara ini digelar selama tiga hari, dari tanggal 26 Sampai dengan 28 Agustus 2025, bertempat di JSI Resort, Megamendung, Kamis (28/06/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI, Dr. Thobib Al Asyhar, M.Si., dan diikuti oleh para pegawai kehumasan dari unit eselon 1 pusat serta Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, panitia juga menghadirkan jurnalis senior Wicaksono sebagai narasumber, guna memperkuat perspektif praktis dalam dunia kehumasan.

Dalam sambutannya, Dr. Thobib menyampaikan pesan yang menjadi pusat transformasi peran humas di era informasi berlimpah ini. Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan data atau pesan singkat yang informatif, tetapi juga narasi yang menyentuh dan membekas di hati.

“Kita tidak sekadar menyampaikan informasi. Di tengah keberlimpahan data, kita perlu membangun emotional connection—koneksi emosional yang membuat publik mengingat, meresapi, dan memaknai informasi yang kita berikan,” tegas Dr. Thobib.

Ia menekankan pentingnya pendekatan storytelling dalam menyampaikan pesan kehumasan. Seperti halnya ponsel yang selalu lekat dalam kehidupan karena ada keterikatan emosional, demikian pula informasi yang ingin disampaikan humas harus memiliki daya lekat bukan sekadar lewat teks, tapi melalui cerita yang menggugah, menginspirasi, dan mudah dipahami oleh publik dari berbagai latar belakang.

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi nasional untuk menyamakan persepsi dan strategi antarunit kehumasan di lingkungan Kemenag. Dengan adanya harmonisasi ini, diharapkan seluruh humas di tingkat pusat dan daerah mampu menerapkan komunikasi publik yang lebih terarah, menyentuh, dan berkelanjutan.

Para peserta juga mendapatkan pembekalan tentang teknik jurnalistik modern, tren komunikasi digital, serta praktik terbaik dalam membangun citra kelembagaan yang positif dan kredibel. Diskusi interaktif menjadi bagian penting dari rangkaian acara.


Berita Pusat LAINNYA