Bandar Lampung (Bimas Hindu) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Prof. I Nengah Duija menghadiri pembukaan Kongres Nasional atau Mahasabha XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Bangsa Menuju Indonesia Raya.”
Mahasabha XIV KMHDI merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi mahasiswa Hindu tingkat nasional yang diikuti sekitar 170 delegasi dari Pimpinan Daerah (PD) dan Pimpinan Cabang (PC) KMHDI se-Indonesia. Forum ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah gerak organisasi sekaligus kontribusi nyata generasi muda Hindu bagi pembangunan bangsa.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang secara resmi membuka kegiatan melalui orasi kebangsaan, Gubernur Lampung, serta jajaran kementerian/lembaga, termasuk Dirjen Bimas Hindu.
Dalam sambutannya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai motor penggerak pembangunan nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
“Mahasiswa Hindu harus mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif, membangun dari desa, bersikap kritis sekaligus solutif, serta menjaga soliditas nasional sebagai kekuatan utama bangsa,” ujar Ahmad Muzani.
Sementara itu, Ketua Umum PP KMHDI I Wayan Darmawan menyampaikan bahwa Mahasabha XIV menjadi momentum penting untuk menegaskan soliditas kader sekaligus memperkuat kontribusi organisasi bagi bangsa.
“Mahasabha ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi ruang konsolidasi gagasan. Kita dituntut tetap produktif dan mampu melahirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masa depan Indonesia,” tegasnya.
Ketua Pelaksana Mahasabha XIV, Gede Eka Yoga Mahendra, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada agenda organisasi, tetapi juga mendorong lahirnya pemikiran progresif terkait pembangunan nasional, termasuk isu kedaulatan pangan, kemandirian energi, dan penguatan toleransi antarumat beragama.
“Mahasabha XIV diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang relevan dengan kebutuhan bangsa, serta memperkuat peran KMHDI sebagai mitra pembangunan,” ujarnya.
Adapun selama pelaksanaan Mahasabha, sejumlah agenda utama akan dibahas, antara lain laporan pertanggungjawaban pengurus pusat periode sebelumnya, amandemen haluan organisasi, pemilihan ketua umum baru, serta pemberian penghargaan melalui KMHDI Awarding kepada kader dan tokoh inspiratif.
Kehadiran Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija dalam kegiatan ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap peran strategis mahasiswa Hindu dalam pembangunan nasional berbasis nilai spiritual, intelektual, dan kebangsaan.
Suasana yang terbangun mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan yang kokoh, sekaligus menegaskan komitmen generasi muda Hindu dalam merawat nilai-nilai kebangsaan. Semangat ini memperkuat optimisme akan lahirnya kepemimpinan baru yang adaptif, progresif, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
Mahasabha XIV KMHDI diharapkan menjadi tonggak penting dalam melahirkan kepemimpinan baru yang adaptif, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus memperkuat kontribusi nyata generasi muda Hindu dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing.