Menteri Agama Nasaruddin Umar Luncurkan Buku Deklarasi Istiqlal, Ajak Bangun Persaudaraan Lintas Agama

Menteri Agama Nasaruddin Umar Luncurkan Buku Deklarasi Istiqlal, Ajak Bangun Persaudaraan Lintas Agama

Jakarta (BIMAS HINDU) - Para tokoh agama berkumpul di lantai 8 Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta, dalam sebuah acara bersejarah yang meneguhkan komitmen Indonesia terhadap nilai-nilai persaudaraan lintas agama. Acara tersebut merupakan peluncuran dua buku penting yang menjadi refleksi dan panduan bagi masyarakat Indonesia dalam merajut kerukunan antar umat beragama, Rabu (10/09/2025).

Hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, Ketua Presidium KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, Direktur Jenderal Bimas Katolik Suparman, serta Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Mgr. Christophorus Tri Harsono. Acara dimulai dengan pemutaran video yang menggugah, memperlihatkan momen bersejarah ketika Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal pada 2017, dimana beliau berjabat tangan dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar. Kejadian tersebut menggema sebagai simbol kuat tentang pentingnya saling menghormati dan memperjuangkan martabat manusia serta keadilan di seluruh dunia.

Deklarasi Istiqlal: Refleksi, Harapan, dan Tantangan Seluas Indonesia, buku pertama yang diluncurkan, adalah hasil karya dari para Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan se-Indonesia dan para pemimpin majelis agama lainnya. Buku ini merekam perjalanan setahun Deklarasi Istiqlal, sebuah komitmen untuk terus menyalakan api kasih dalam kehidupan berbangsa. Dalam buku tersebut, para penulis menekankan pentingnya untuk tetap menjaga hubungan baik antar umat beragama dengan menghormati perbedaan dan mengutamakan cinta kasih sebagai dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, buku kedua yang juga diluncurkan berjudul "Berjalan Bersama, Hidup Rukun Bersaudara: Best Practice Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan se-Indonesia". Buku ini menyajikan berbagai praktik baik mengenai dialog antaragama dan persaudaraan lintas iman yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Praktik-praktik ini, yang dihadirkan sebagai contoh konkret, menunjukkan bahwa kerukunan antar umat beragama bukan hanya wacana, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa inti dari kedua buku ini adalah cinta: cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama manusia, dan cinta kepada alam semesta. “Cinta adalah bahasa universal yang diajarkan oleh setiap agama. Siapa yang memiliki cinta, ia mampu bersahabat dengan alam dan sesama manusia. Marilah kita mencari titik temu, bukan titik perbedaan,” ungkap Menag dengan penuh kehangatan.

Peluncuran dua buku ini juga menjadi pengingat penting bahwa spiritualitas lintas agama tidak hanya sebatas teori, tetapi harus menjadi jalan nyata dalam membangun persaudaraan sejati. Setelah peluncuran buku, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan tokoh-tokoh lintas agama untuk mendiskusikan bagaimana nilai-nilai Deklarasi Istiqlal bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari serta menguatkan komitmen bersama dalam merawat bumi dan membangun kedamaian antar umat manusia.

Acara ini menjadi momentum berharga untuk semakin memperkuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia dan memperteguh nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan sejak dahulu kala.


Berita Pusat LAINNYA