Jakarta (Bimas Hindu) – Rapor Digital Widyalaya (RDW) diperkuat untuk mendukung integrasi data pendidikan Widyalaya dengan sistem digital Kementerian Agama. Pengembangan ini mencakup pengelolaan data akademik dan nonakademik, sinkronisasi dengan EMIS, integrasi dengan SIMANTIK, serta dokumentasi prestasi peserta didik.
Penguatan tersebut dibahas dalam Sosialisasi Pengaplikasian RDW yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (28/8/2026). Kegiatan dibuka Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, dan diikuti tim pengembang RDW serta perwakilan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin).
RDW dikembangkan sebagai platform digital untuk memudahkan guru dan peserta didik mengakses informasi hasil belajar secara daring dan real time. Sistem ini dirancang agar dapat digunakan melalui berbagai perangkat sekaligus mendukung tata kelola pendidikan yang lebih terstandar, efisien, transparan, dan aman.
Dari sisi integrasi, RDW diarahkan terhubung dengan EMIS sehingga data pendidikan dapat dimanfaatkan secara lebih terpadu. Proses interkoneksi tersebut masih dikembangkan bersama Pusdatin. RDW juga telah terdaftar dalam SIMANTIK, sedangkan aspek keamanan sistem diperkuat melalui audit untuk mengantisipasi risiko serangan siber.
Perwakilan Pusdatin menegaskan bahwa data yang dihasilkan berbagai aplikasi pada prinsipnya diarahkan masuk ke dalam satu data Kementerian Agama. Sistem penghubung layanan juga memungkinkan aliran data secara otomatis ke aplikasi RDW.
Pengembangan RDW tidak hanya mencakup pengelolaan nilai. Sistem tersebut juga diarahkan untuk mendokumentasikan prestasi peserta didik, termasuk capaian dalam olimpiade serta bidang seni, budaya, dan sains. Pendataan ini diharapkan mendukung pengembangan manajemen talenta sekaligus membangun rekam jejak prestasi peserta didik secara lebih terintegrasi.
Sejumlah aspek teknis masih dalam tahap penyempurnaan, antara lain pengelolaan akun guru, data guru yang belum masuk EMIS, guru yang mengajar di lebih dari satu mata pelajaran atau Widyalaya, pembaruan data peserta didik, serta pengelolaan nilai.
Mekanisme perpindahan guru dan peserta didik antar-Widyalaya juga menjadi bagian dari pengembangan sistem. Sinkronisasi dengan EMIS saat ini masih dilakukan sebagian secara manual dan belum seluruhnya berlangsung real time. Pengembangan selanjutnya diarahkan agar pertukaran data dapat berlangsung secara real time pada semester berjalan.
Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija mengatakan digitalisasi dokumen pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola pendidikan yang lebih tertib dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Digitalisasi dokumen pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola pendidikan yang lebih baik. Karena itu, sosialisasi ini penting diikuti agar pemanfaatan RDW dapat dipahami dan diterapkan secara optimal,” ujar Duija.
Prof. Duija juga mengapresiasi pengembangan RDW dan pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia berharap Widyalaya terus berkembang menjadi satuan pendidikan yang semakin baik dan maju sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.
Menurutnya, penguatan sistem digital perlu diikuti pemanfaatan yang optimal oleh satuan pendidikan agar memberikan manfaat nyata bagi guru dan peserta didik. Karena itu, pengembangan RDW diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga memperkuat kualitas tata kelola pendidikan Widyalaya.
Pengembangan RDW selanjutnya berfokus pada sinkronisasi data, registrasi pengguna, pengelolaan data guru dan peserta didik, serta pendataan prestasi. Koordinasi antara satuan pendidikan Widyalaya, Bimas Hindu, tim pengembang, dan Pusdatin menjadi bagian penting untuk memastikan integrasi data berjalan secara berkelanjutan.
Kontributor : I Made Juni Saputra