Unik! Mayoritas Srikandi, Siapa Saja 7 Penyuluh Agama Hindu Baru yang Siap Turun ke Pelosok Lampung?

7 Penyuluh Agama Hindu bersama Kabid Bimbingan Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Lampung

Lampung (Bimas Hindu) – Angin segar berembus bagi pembinaan umat Hindu di Provinsi Lampung. Sebanyak 7 Pejabat Fungsional Penyuluh Agama Hindu Selasa (23/06/2026) resmi dilantik dan mengambil sumpah jabatan sebagai bagian dari 275 ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung. Hadirnya 7 wajah baru berstatus PNS ini otomatis menggenapkan kekuatan menjadi 26 Penyuluh Agama Hindu berstatus ASN (10 PNS dan 16 PPPK) yang siap mengabdi di Bumi Ruwa Jurai.

Menariknya, formasi baru ini didominasi oleh ketangguhan kaum perempuan. Dari 7 penyuluh yang dilantik, enam di antaranya adalah Srikandi-Srikandi hebat yang berkolaborasi dengan seorang Arjuna tangguh untuk menerobos pelosok kabupaten demi memberikan pembinaan keagamaan.

Berikut adalah sebaran wilayah tugas para penggawa baru yang akan menjadi ujung tombak pelayanan umat:

  1. Sundari Janur Anggita, S.Sos – Kabupaten Way Kanan
  2. Ni Nyoman Novikasari, S.Pd – Kabupaten Tulang Bawang
  3. Kadek Dwi Septiana, S.Pd.H., M.Pd – Kabupaten Lampung Timur
  4. Ketut Sendi Oktari, S.Pd – Kabupaten Lampung Selatan
  5. Wayan Kemenuh, S.Sos – Kabupaten Lampung Utara
  6. Dewi Yunairi, S.Fil., M.Ag – Kabupaten Pringsewu
  7. I Gusti Ngurah Adi Narendra Yoga – Kabupaten Lampung Tengah

Usai prosesi pelantikan yang khidmat di Aula Sai Batin, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kemenag Lampung, Jumadi, S.Ag., M.Psi., langsung bergerak cepat. Ia mengumpulkan ketujuh penyuluh baru tersebut di ruang kerjanya untuk memberikan pembekalan eksklusif, didampingi oleh Katim Penyuluhan dan Katim Kelembagaan.

Dalam arahannya, Jumadi menegaskan bahwa tantangan pembinaan di lapangan tidaklah ringan. Penyuluh bukan sekadar pemberi ceramah ritual, melainkan representasi kehadiran negara di tengah batin umat.

“Penyuluh Agama Hindu merupakan ujung tombak dari segala kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, penyuluh harus multi-talent, selalu mengupdate segala perkembangan informasi, dan mengupgrade diri agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan organisasi,” tegas Jumadi.

Selain dituntut adaptif, Kabid Bimas Hindu juga mengingatkan pentingnya penguatan nilai-nilai moderasi beragama di wilayah binaan masing-masing. Di era modern ini, digitalisasi layanan menjadi menu wajib yang harus dikuasai oleh para penyuluh untuk menyusun laporan kinerja secara tertib, akuntabel, dan sesuai regulasi kementerian.

Langkah estafet pembinaan telah dimulai. Bertambahnya personel baru ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas pelayanan keagamaan secara signifikan. Kini, dengan total 26 penyuluh ASN yang tersebar kokoh dari Lampung Selatan hingga Way Kanan, umat Hindu di pelosok Lampung memiliki pemandu-pemandu baru yang siap mewujudkan kehidupan keagamaan yang harmonis, moderat, dan teguh berlandaskan nilai-nilai Dharma.


Berita Daerah LAINNYA