Jakarta (BIMAS HINDU) – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) merayakan puncak perayaan ulang tahun ke-32 dengan menggelar acara spektakuler bertajuk Harmoni Budaya Nusantara. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) dan perwakilan dari berbagai organisasi, Kamis (18/09/2025).
Ketua Umum KMHDI mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini. Ia menyebutkan bahwa para hadirin adalah mereka yang terpilih dari sekian banyak undangan. "Saya bersyukur Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan kemudahan dalam memberikan jalan untuk KMHDI," ujarnya.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memiliki mimpi besar bagi pemuda Hindu. "Pemuda-pemuda Hindu harus memiliki mimpi yang besar dan mampu memotivasi diri," pesannya.

Acara ini juga menjadi momentum penting bagi KMHDI untuk mengumumkan dimulainya pembangunan sekretariat baru. Setelah menabung selama enam tahun, proses pembangunan akhirnya dimulai. "Tujuan pembangunan sekretariat ini adalah agar kedepannya para pemuda-pemudi Bali memiliki tempat ketika berada jauh dari rumah," jelasnya. Ia juga menambahkan, "Saya yakin dengan optimisme ini, maka pembangunan pasti akan berhasil."
Ia menutup sambutannya dengan sebuah pesan mendalam tentang kebersamaan. "Harmoni itu datang bukan ketika kita menutup diri, namun harmoni datang ketika kita membuka diri," kata Ketua Umum KMHDI.
Wamenparekraf Ibu Ni Luh Puspa yang turut hadir memberikan sambutan yang penuh semangat. Beliau mengaku sangat bangga dengan tujuan KMHDI untuk membentuk kader-kader muda. "Dengan kerendahan hati, saya mengajak bapak ibu untuk mendukung adik-adik KMHDI," ajaknya.

Wamenparekraf Ibu Ni Luh Puspa berharap KMHDI dapat menjadi laboratorium untuk mencetak pemimpin-pemimpin berkualitas. "Saya berharap KMHDI bisa menjadi laboratorium untuk mencetak pemuda-pemudi yang berani, berkualitas, berani berdiri di tengah suara mayoritas, dan menunjukkan jati diri sebagai orang Hindu yang membawa dharma agama dan dharma negara," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan harus dianggap sebagai warisan bersama. "Jangan merasa mampu sendirian, dan jangan merasa jika ini berdiri sebagai hasil diri sendiri, namun hasil kerja bersama," pesannya.
Wamenparekraf Ibu Ni Luh Puspa menutup sambutannya dengan mengajak para pemuda untuk percaya diri. "Semua harus percaya diri, dan jangan sampai KMHDI sebagai alat politik. Tetapi KMHDI itu sendiri adalah politik itu sendiri dan melahirkan pemimpin-pemimpin besar," pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Wamenparekraf Ibu Ni Luh Puspa, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Ida Made Pidada Manuaba, Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang, Jero Wacik, tokoh Umat Hindu, perwakilan dari Kedutaan Besar India, Perwakilan GMNI, dan Perwakilan Peradah. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap pergerakan dan peran strategis KMHDI dalam membangun bangsa.