Medan (Bimas Hindu) - Tradisi Ratham Oorvalam menjadi salah satu bagian penting dalam Perayaan Aadi Tiruvila yang berlangsung di Shri Mariamman Kuil Teratai Pasiran, Medan, Sabtu (8/8/2026). Prosesi kirab kereta kencana tersebut diikuti ratusan umat Hindu dan berlangsung khidmat sebagai ungkapan bhakti sekaligus ruang untuk mempererat persaudaraan umat.
Pembimas Hindu Kanwil kemenag Provinsi Sumut Elirosa Tarigan secara resmi melepas Ratham Oorvalam yang diikuti ratusan umat Hindu. Prosesi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Aadi Tiruvila sekaligus ruang bagi umat untuk mengekspresikan bhakti dan mempererat kebersamaan.
Dalam Ratham Oorvalam, arca suci diarak mengelilingi lingkungan sekitar kuil. Prosesi tersebut memiliki makna spiritual sekaligus menjadi bagian dari tradisi yang terus dijalankan umat Hindu dalam rangkaian Aadi Tiruvila.
Elirosa mengatakan keberlangsungan tradisi keagamaan perlu dijaga karena tidak hanya berkaitan dengan ritual, tetapi juga memuat nilai spiritual, sosial, dan budaya.
“Tradisi keagamaan seperti Ratham Oorvalam bukan hanya menjadi simbol pengabdian kepada Tuhan, tetapi juga menjadi media pemersatu umat, penguat identitas budaya, serta sarana membangun harmoni dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Elirosa.
Ia juga mengajak umat menjadikan Aadi Tiruvila sebagai kesempatan untuk memperkuat sraddha dan bhakti sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui kehidupan sosial yang rukun dan saling menghargai.
Ketua Panitia Aadi Tiruvila mengapresiasi kehadiran Bimas Hindu Sumatera Utara dalam kegiatan tersebut. Dukungan dan pembinaan yang diberikan dinilai turut memberikan semangat bagi umat untuk mempertahankan tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Kehadiran Bimas Hindu menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi warisan leluhur. Semoga Aadi Tiruvila terus menjadi sarana mempererat persatuan umat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Pelaksanaan Ratham Oorvalam juga memperlihatkan keterlibatan umat dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Pengurus kuil, panitia, tokoh agama, dan umat terlibat dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di lingkungan Shri Mariamman Kuil Teratai Pasiran.
Bagi umat Hindu, keberadaan tradisi seperti Aadi Tiruvila memiliki arti penting dalam menjaga kesinambungan kehidupan keagamaan sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Pelibatan generasi penerus menjadi salah satu kunci agar nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tetap dipahami dan dijalankan.
Kehadiran Bimas Hindu dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada umat. Pendampingan juga menunjukkan perhatian terhadap keberlangsungan tradisi keagamaan Hindu yang berkembang di Sumatera Utara.
Melalui Aadi Tiruvila dan Ratham Oorvalam, umat Hindu tidak hanya merawat warisan leluhur, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Nilai tersebut menjadi bagian dari kehidupan keagamaan yang dapat berjalan seiring dengan semangat kerukunan dalam masyarakat yang majemuk.
Kontributor : I Made Juni Saputra