Perkuat Gerakan Ekoteologi di Pura Lempuyang, Bimas Hindu Karangasem Gelar Penanaman Bambu

Aksi nyata penanaman pohon bambu yang diintegrasikan dalam rangkaian Pujawali di Pura Lempuyang Madya

Karangasem (Bimas Hindu) — Dalam upaya membumikan program strategis ekoteologi dan Green Dharma, Bimas Hindu Karangasem menggelar aksi nyata penanaman pohon bambu yang diintegrasikan dalam rangkaian Pujawali di Pura Lempuyang Madya, Desa Tiyingtali, Abang, Karangasem, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat tersebut tidak hanya menjadi momentum penguatan Sraddha dan Bhakti umat, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian menjaga kelestarian lingkungan di kawasan tempat suci.

Aksi penghijauan tersebut dihadiri langsung oleh Kakankemenag Karangasem I Wayan Serinada, Kasi Urusan Agama Hindu I Ketut Wirata, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengurus PHDI, serta tokoh masyarakat setempat.

Aksi penanaman pohon bambu ini merefleksikan ajaran ekoteologi, yakni membangun kesadaran bahwa merawat ekosistem alam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan hidup di kawasan tempat suci merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga keberlangsungan alam bagi generasi mendatang.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui penanaman pohon bambu ini, kita membangun kesadaran masyarakat untuk merawat alam dan mewariskan lingkungan yang lestari kepada generasi mendatang,” ujar I Nyoman Giri Prasta.

Sementara itu, Kakankemenag Karangasem, I Wayan Serinada, menyampaikan bahwa penanaman pohon bambu ini menjadi wujud harmonisasi antara hubungan vertikal kepada Tuhan (Parahyangan) dan hubungan horizontal dengan alam lingkungan (Palemahan).

“Spiritualitas dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Melalui persembahyangan kita menguatkan kesadaran batin, dan melalui aksi penanaman pohon ini kita menjalankan tanggung jawab nyata menjaga keseimbangan semesta,” jelas I Wayan Serinada.

Melalui momentum ini, Ditjen Bimas Hindu terus berkomitmen mendorong seluruh satuan kerja dan umat Hindu di berbagai daerah untuk menjadikan aksi pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tradisi dan gaya hidup keagamaan.

 

Kontributor: I Wayan Finxi Widarta


Berita Daerah LAINNYA