Bangkitkan Kekuatan dan Kebijaksanaan Wanita, Penyuluh Agama Hindu Jadikan Nilai Shakti sebagai Fondasi Ketahanan Keluarga

Forum pembinaan rohani mengangkat tema sentral "Shakti dan Kedudukan Wanita".

Tulang Bawang Barat (BIMAS HINDU) – Perempuan bukanlah sekadar pelengkap dalam panggung kehidupan, melainkan manifestasi dari energi semesta yang menjadi sumber penciptaan, kasih sayang, dan kebijaksanaan yang tanpa batas. Mengusung kesadaran filosofis untuk mengembalikan muruah serta kedudukan luhur kaum perempuan, kelompok Pesantian Widya Puspita menyelenggarakan kegiatan pembinaan rohani yang mencerahkan pada Sabtu (25/07/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan kekeluargaan di Kabupaten Tulang Bawang Barat ini mengangkat tema sentral "Shakti dan Kedudukan Wanita". Forum pembinaan rohani tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus kelompok Pesantian Widya Puspita, seluruh anggota aktif, serta umat Hindu perempuan setempat yang rindu akan pencerahan nilai-nilai luhur agama.

Tampil sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang Barat, Eko Sriwulan, memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep Shakti dan peran strategis wanita. Ia menjabarkan bahwa Shakti merupakan manifestasi energi suci Tuhan Yang Maha Esa yang menggerakkan siklus kehidupan, penciptaan, pemeliharaan, hingga transformasi alam semesta. Di dalam susastra suci, energi absolut ini dipersonifikasikan melalui wujud para dewi, seperti Dewi Saraswati sebagai lentera ilmu pengetahuan, Dewi Lakshmi sebagai pilar kemakmuran, dan Dewi Durga sebagai simbol pelindung kebenaran.

"Ajaran tentang Shakti menyadarkan kita bahwa kekuatan sejati seorang perempuan bukanlah tentang dominasi atau penaklukan, melainkan tentang ketangguhan dalam memberi kehidupan, menumbuhkan kasih sayang yang tak bertepi, dan menjaga keseimbangan tatanan dunia. Ketika seorang wanita sepenuhnya menyadari esensi dirinya sebagai manifestasi energi suci Tuhan, ia tidak lagi sekadar menjadi pendamping pasif, melainkan menjelma menjadi cahaya pencerah yang menerangi keluarga, mendidik peradaban masyarakat, dan menggerakkan roda kehidupan menuju arah yang lebih luhur," tutur Eko Sriwulan memotivasi para peserta.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penghormatan dan pemuliaan terhadap martabat perempuan sejatinya telah mengakar sangat kuat sebagai napas utama ajaran suci Hindu. Eko Sriwulan mengutip landasan sastra suci Yatra Naryastu Pujyante Ramante Tatra Devatah, yang bermakna bahwa di mana seorang wanita dihormati dan dimuliakan, di sanalah para dewa bersemayam dengan penuh kedamaian.

Menurutnya, memuliakan perempuan bukanlah sekadar konstruksi budaya sosial, melainkan wujud nyata dari pelaksanaan Dharma (kewajiban suci). Ketika seorang perempuan diberikan ruang yang setara untuk berkembang, dihormati hak dan martabatnya, serta didukung penuh dalam menjalankan swadharmanya, maka niscaya akan lahir keluarga yang harmonis, masyarakat yang rukun, dan tatanan bangsa yang berkarakter kuat.

Kegiatan pembinaan yang dikemas secara dialogis dan interaktif ini memantik antusiasme para peserta untuk berbagi pengalaman nyata mengenai aktualisasi nilai-nilai Shakti dalam keseharian. Melalui pencerahan rohani ini, kaum perempuan Hindu diharapkan semakin tangguh dan percaya diri dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki, menjadi teladan kebijaksanaan di tengah kehangatan keluarga, serta terus berkontribusi secara nyata bagi kemajuan umat dan kejayaan bangsa berlandaskan nilai-nilai abadi Sanatana Dharma.


Berita Daerah LAINNYA