Klungkung (Bimas Hindu) — Mengintegrasikan doktrin keagamaan dengan kemandirian ekonomi rumah tangga, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kemenag Kabupaten Klungkung memperkuat gerakan Benih Cinta bagian dari inovasi Kemenag Peduli Lingkungan (KELILING). Melalui program ini, calon pengantin (catin) yang mengikuti pembinaan di Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) tidak hanya dibekali wawasan perkawinan, tetapi juga diajak membangun ketahanan pangan mandiri dari pekarangan rumah pada Rabu (23/9/2026).
Gerakan ini ditopang oleh keberlanjutan pasokan bibit tanaman pangan produktif seperti cabai, terong, dan seledri hasil kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung. Kerja sama strategis yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (MoU) sejak 10 Juni 2026 tersebut diwujudkan secara konsisten melalui penyerapan dan pembibitan tanaman secara berkala di Kebun PKK Klungkung.
Kepala Seksi Urusan Agama Hindu Kemenag Klungkung, I Wayan Winda Kusuma, memaparkan bahwa pemenuhan sarana fisik tanaman menjadi fondasi utama agar edukasi lingkungan hidup tidak berhenti pada ranah wacana.
"Inovasi pelayanan keagamaan harus berdampak dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama TP PKK, ketersediaan bibit tanaman produktif terjamin sehingga setiap pasangan catin di RBKS dapat langsung mempraktikkan budaya menanam dan merawat lingkungan di hunian baru mereka," terang Winda Kusuma.
Dari sisi filosofi keagamaan, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Dewa Ngakan Hardiputra, menjelaskan bahwa proses menanam dan merawat bibit merupakan instrumen edukasi paling mendasar dalam memahami hukum Karmaphala serta ajaran Tri Kaya Parisudha.
"Aksi menanam mengajarkan bahwa apa yang kita petik adalah buah dari apa yang kita tanam (Subha Karma). Niat yang bersih (Manacika), perkataan yang positif (Wacika), dan perbuatan nyata (Kayika) dibutuhkan untuk merawat bibit tersebut hingga berbuah. Filosofi ini selaras dengan konsep Palemahan dalam Tri Hita Karana untuk menjaga keharmonisan manusia dengan alam," jelas Dewa Ngakan.
Pemberian bibit tanaman pangan kepada pasangan muda ini diproyeksikan membentuk karakter keluarga Hindu yang mandiri, sadar lingkungan, dan tangguh secara ekonomi sejak dini.
Terobosan yang digulirkan Pokjaluh Kemenag Klungkung ini merupakan wujud konkret pengejawantahan pilar Penguatan Ekoteologi dan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) yang menjadi program prioritas Asta Protas Kementerian Agama. Di saat yang sama, gerakan ini mendukung agenda Asta Cita Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, perlindungan lingkungan, serta pencetakan SDM berkualitas berbasis ketahanan keluarga.
Kontributor: I Putu Wisnawa Jaya Antika, Ni Made Ari Rismaya Dewi