Bangun Generasi Hindu Berakhlak Mulia, Pasraman Maruti Jnana Jadikan Tri Kaya Parisudha Sebagai Fondasi

Pembinaan keagamaan di Gedung Pasraman Maruti Jnana

Mesuji (BIMAS HINDU) — Dalam upaya memperkuat pembinaan umat melalui jalur pendidikan keagamaan nonformal, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Mesuji, Ni Ketut Putriani, bersinergi dengan Guru Pasraman Maruti Jnana, Kadek Wastri, melaksanakan pembinaan keagamaan pada Minggu (19/07/2026).

Dipusatkan di Gedung Pasraman Maruti Jnana, Desa Bukoposo, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, kegiatan ini difokuskan pada penanaman teguh nilai-nilai Tri Kaya Parisudha sebagai landasan utama dalam membentuk karakter generasi muda Hindu yang berakhlak mulia.

Selama sesi pembinaan berlangsung, para peserta didik tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi interaktif serta simulasi praktik sederhana. Tujuannya adalah agar implementasi ajaran luhur Tri Kaya Parisudha dapat benar-benar dipahami dan diterapkan dalam dinamika kehidupan sehari-hari.

Penyuluh Agama Hindu, Ni Ketut Putriani, menyampaikan bahwa edukasi budi pekerti di lingkungan pasraman sejatinya merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam merawat karakter generasi penerus.

"Tri Kaya Parisudha bukan sekadar materi hafalan di ruang kelas, melainkan pedoman dasar yang wajib dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembiasaan berpikir, berkata, dan berbuat yang baik, kita menaruh harapan besar agar anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi berkarakter kuat, serta mampu memancarkan nilai-nilai Dharma di tengah keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas," papar Ni Ketut Putriani.

Menyambut baik upaya tersebut, Guru Pasraman Maruti Jnana, Kadek Wastri, menyoroti urgensi kolaborasi lintas pembina dalam mendidik mental anak bangsa. Ia menegaskan bahwa sinergi harmonis antara penyuluh agama pemerintah dan tenaga pendidik pasraman akan terus diperkuat agar proses pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan dan berdampak nyata bagi peserta didik.

Langkah pembinaan kolaboratif ini sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Kementerian Agama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya tangguh secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan kokoh berlandaskan nilai-nilai keluhuran agama.


Berita Daerah LAINNYA