Boyolali (Humas Hindu) - Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) Kabupaten Boyolali kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi Hindu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Melalui kegiatan bertajuk “Penyuluhan Pencegahan Stunting pada Generasi Muda Hindu”, RBKS memulai gerakan edukasi gizi dan kesehatan bagi remaja Hindu, mahasiswa, serta calon pengantin.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 11 Oktober 2025, ini digelar di Kecamatan Juwangi, wilayah dengan angka stunting tertinggi di Boyolali berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat.
Turut hadir Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Eko Pujiyanto, Ketua PHDI Kabupaten Boyolali, Tri Yatmono, Ketua PHDI Kecamatan Juwangi, Kiswanto, dan Ketua RBKS Kabupaten Boyolali, Sunarto.
Hadir pula para Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Boyolali Dwi Setyawan, Agus Sugiyono, Sri Warini, Agung Puji Widoyo, dan Rta Wahyu Sri Pamungkas serta tokoh-tokoh agama Hindu dari Kecamatan Juwangi.
Peserta kegiatan berasal dari kalangan remaja SMP dan SMA, mahasiswa, hingga calon pengantin Hindu. Mereka menjadi sasaran utama program edukasi karena memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang sehat dan bebas stunting.
Materi penyuluhan disampaikan oleh Vellim Dina Cahyani, S.Gz., ahli gizi dari Kecamatan Juwangi. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola makan sehat, serta peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.
Pembimas Hindu Provinsi Jawa Tengah, Eko Pujiyanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif RBKS Boyolali.
“Kegiatan ini menjadi yang pertama di Jawa Tengah yang mengangkat isu stunting berbasis umat Hindu. Ini bentuk nyata kontribusi umat dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan keluarga,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Boyolali turut mengapresiasi kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di wilayah Boyolali.
Ketua RBKS Kabupaten Boyolali, Sunarto, berharap kegiatan ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan.
“Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa generasi Hindu harus sehat, kuat, dan cerdas. Pencegahan stunting adalah bagian dari dharma kita dalam menjaga kehidupan,” jelasnya.
Dengan sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat, RBKS Boyolali berkomitmen terus berperan aktif dalam membangun generasi Hindu yang berkualitas, sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, sehat, dan berdaya.