Bekali Calon Pengantin dengan Nilai Dharma, Penyuluh Hindu Klungkung Serahkan Benih Cinta

Bekal Dharma untuk keluarga, Benih Cinta untuk kehidupan yang lebih baik.

Klungkung (Bimas Hindu) - Menyiapkan kehidupan berumah tangga tidak hanya membutuhkan kesiapan untuk hidup bersama, tetapi juga pemahaman tentang nilai agama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Hal tersebut menjadi bagian dari pembekalan yang diberikan Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Klungkung kepada calon pengantin dan peserta Sudhi Wadani di Kantor PHDI Kabupaten Klungkung, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti satu pasangan calon pengantin dan satu umat peserta Sudhi Wadani. Penyuluh Agama Hindu memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai Hindu yang dapat menjadi landasan dalam menjalani kehidupan keluarga.

Bagi calon pengantin, materi pembekalan menitikberatkan pada pentingnya membangun rumah tangga dengan komunikasi yang baik, saling menghormati, tanggung jawab, serta landasan keagamaan. Perkawinan dalam kehidupan Hindu tidak hanya berkaitan dengan ikatan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban dan dharma.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Ayu Putri Suryaningrat, mengatakan pembekalan sebelum perkawinan penting agar calon pengantin memiliki pemahaman keagamaan yang dapat menjadi pedoman ketika menghadapi dinamika kehidupan keluarga.

“Calon pengantin perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam membangun keluarga. Kehidupan rumah tangga tentu akan menghadapi berbagai dinamika, sehingga pemahaman agama dapat menjadi pedoman dalam menjaga keharmonisan, komunikasi, dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pembekalan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendampingan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS). Melalui kegiatan ini, calon pengantin diajak mempersiapkan kehidupan keluarga tidak hanya dari sisi administratif dan sosial, tetapi juga dari sisi spiritual.

Selain pembekalan keagamaan, penyuluh menyerahkan Benih Cinta kepada pasangan calon pengantin. Benih tersebut menjadi simbol sekaligus sarana untuk mendorong kebiasaan menanam dan merawat tanaman di lingkungan rumah.

Pemanfaatan pekarangan melalui kegiatan sederhana seperti menanam diharapkan dapat mendukung kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjadi bagian dari ketahanan pangan keluarga.

“Benih Cinta kami serahkan sebagai simbol sekaligus bentuk nyata agar calon pengantin dapat memulai sesuatu yang sederhana dari rumah. Menanam dan merawat tanaman dapat menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mendukung pemanfaatan pekarangan dan ketahanan pangan keluarga,” kata Ayu.

Menurut dia, kebiasaan merawat tanaman juga dapat menjadi aktivitas bersama yang mempererat hubungan pasangan sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dari rumah.

Sementara itu, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Putu Sri Devi Juniantika, mengatakan pembinaan keluarga tidak berhenti pada persiapan perkawinan. Pendampingan perlu terus dilakukan agar nilai keagamaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembinaan keluarga Sukinah tidak hanya berbicara mengenai kehidupan pasangan, tetapi juga bagaimana keluarga membangun kebiasaan baik, menjaga hubungan dengan lingkungan, serta menjalankan tanggung jawabnya dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Pada hari yang sama, perwakilan Kemenag Klungkung, Ni Kadek Moni dan Putu Sri Devi Juniantika, menghadiri persembahyangan bersama di Padmasana Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung.

Persembahyangan berlangsung khidmat dan dihadiri Ketua MDA Provinsi Bali, perwakilan camat, serta perwakilan Bendesa Adat Kabupaten Klungkung. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antara Kementerian Agama dan lembaga adat dalam kehidupan keagamaan masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan pendampingan Penyuluh Agama Hindu yang menyentuh berbagai aspek kehidupan umat, mulai dari persiapan calon pengantin, pembinaan keluarga, kepedulian lingkungan, hingga hubungan dengan lembaga adat.

Pembinaan tersebut sejalan dengan arah Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya Layanan Keagamaan Berdampak, peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, serta pemberdayaan rumah ibadah. Nilai-nilai keagamaan ditempatkan dekat dengan kehidupan sehari-hari agar dapat memberi manfaat langsung bagi keluarga dan masyarakat.

Kontributor : I Putu Wisnawa Jaya Antika


Berita Daerah LAINNYA