Bentengi Generasi Muda dari Pergaulan Bebas, Penyuluh Agama Hindu Luwu Timur Gencarkan Program BRUS

Pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan di SMP Negeri 4 Angkona

LUWU TIMUR (Bimas Hindu) - Upaya proaktif dalam membentuk karakter, mental, dan moral generasi muda Hindu terus digencarkan oleh Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan di SMP Negeri 4 Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (04/9/2026).

Kegiatan pembinaan karakter ini diikuti dengan penuh antusias oleh 20 orang peserta didik beragama Hindu di sekolah tersebut. Mengingat masa remaja merupakan fase transisi krusial yang rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan, hadirnya program BRUS di lingkungan sekolah menjadi langkah preventif yang sangat strategis.

Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Hindu Luwu Timur, Putu Ayu Rudani, S.Sos.H., memberikan pembekalan interaktif bertajuk "Meningkatkan Sradha Bhakti di Kalangan Generasi Muda Hindu" sebagai bingkai utama pencegahan pergaulan bebas dan kenakalan remaja.

Putu Ayu Rudani menegaskan bahwa benteng terkuat bagi para remaja di tengah pesatnya arus informasi saat ini adalah kualitas keimanan (Sradha) dan ketakwaan (Bhakti) yang diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda adalah aset masa depan bangsa dan agama. Melalui BRUS, kami ingin menanamkan fondasi ajaran Dharma dan mempertebal Sradha Bhakti sejak dini. Harapannya, 20 adik-adik di SMPN 4 Angkona ini tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan moral spiritual yang kuat untuk menolak segala bentuk pergaulan bebas maupun perilaku menyimpang,” tegas Putu Ayu Rudani di sela-sela kegiatan.

Pendekatan dialogis yang dibangun narasumber mendapat respons sangat positif dari para siswa. Salah satu siswi peserta BRUS, A.A. Ayu Putu Chintya Dewi, mengaku mendapatkan pemahaman dan motivasi baru untuk membentengi diri serta fokus meraih cita-cita.

“Kegiatannya sangat seru dan membuka wawasan kami. Lewat materi ini, kami jadi lebih paham bahwa meningkatkan Sradha Bhakti itu sangat penting sebagai benteng diri. Kami juga lebih mengerti bahaya pergaulan bebas dan mengapa kita harus fokus mengejar cita-cita terlebih dahulu. Pesan-pesan dari Ibu Putu Ayu sangat memotivasi kami untuk menjadi remaja Hindu yang membanggakan orang tua dan agama,” ungkap Ayu Chintya Dewi penuh semangat.

Melalui program BRUS yang berkesinambungan ini, Bimas Hindu optimistis dapat membina dan melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas dan berkarakter, tetapi juga berpegang teguh pada nilai-nilai suci ajaran Dharma.


Berita Daerah LAINNYA