NTT (Bimas Hindu) Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan berbicara tentang kebersihan. Kepedulian terhadap alam juga menjadi bagian dari tanggung jawab manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Semangat tersebut diwujudkan melalui Gerakan Ekoteologi Bersih Pantai yang digelar di Pantai Pasir Panjang, Kota Kupang, Rabu (12/8/2026).
Pembimas Hindu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), I Ketut Suji, S.Ag., M.Si., bersama jajaran ASN Bimas Hindu Provinsi NTT turut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama dalam mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Gerakan tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain jajaran ASN Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kupang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan arahan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Karyanto, S.Ag., M.Si., kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati dan aksi pemungutan sampah di sepanjang kawasan Pantai Pasir Panjang.
Dalam arahannya, Fransiskus Karyanto menegaskan bahwa gerakan bersih pantai merupakan bentuk kepedulian bersama sekaligus wujud nyata implementasi Ekoteologi. Menurutnya, menjaga lingkungan tidak sebatas menghadirkan kawasan yang bersih dan indah, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan.
“Bersih-bersih Pantai pada pagi hari ini merupakan salah satu implementasi dari ekoteologi, salah satu program prioritas Kementerian Agama,” ujar Fransiskus.
Fransiskus juga mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pantai Pasir Panjang sebagai ruang publik perlu dirawat secara berkelanjutan agar tetap dapat dinikmati masyarakat, termasuk generasi yang akan datang.
“Mari kita jaga, kita rawat dan ini yang paling penting supaya anak cucu kita ke depan masih bisa duduk, jalan-jalan, menikmati Pantai di sini. Jangan sampai, kalau kita tidak jaga sekarang lalu kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi,” tegas Fransiskus .
Keterlibatan Bimas Hindu NTT dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi ruang perjumpaan dan kerja bersama lintas unsur. Gerakan menjaga alam tidak hanya berdampak pada kebersihan kawasan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kerukunan.
Gerakan Ekoteologi Bersih Pantai Pasir Panjang sekaligus menjadi cara memaknai momentum kemerdekaan dengan aksi nyata: menjaga lingkungan, membangun persaudaraan, dan memberikan keteladanan kepada masyarakat.