Karangasem (Bimas Hindu) — Mencegah aksi perundungan (bullying) sekaligus membentuk mentalitas pemuda yang penuh rasa empati, sosialisasi anti-kekerasan berbasis ajaran Tat Tvam Asi dan Ahimsa digelar bagi 25 remaja di Banjar Dinas Celuk, Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan pembinaan karakter bertema “Stop Bullying, Wujudkan Remaja Hindu yang Peduli dan Berbudaya” ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem melalui Penata Layanan Operasional dan Pembimbing Keagamaan Kecamatan Abang, bekerja sama dengan Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Abang I.
Dalam pembinaan tersebut, para remaja dibekali pemahaman bahwa aksi perundungan baik secara fisik, verbal, maupun perundungan siber (cyberbullying) merupakan tindakan yang merusak mentalitas dan bertentangan dengan ajaran keagamaan.
Pembimbing Keagamaan Kemenag Kabupaten Karangasem, Ananta, memaparkan bahwa filosofi Tat Tvam Asi (ia adalah kamu) menjadi pijakan spiritual utama dalam membangun rasa empati antarsesama.
“Dengan memahami Tat Tvam Asi, remaja diharapkan mampu berpikir sebelum berbicara dan bertindak, karena apa yang menyakiti orang lain pada hakikatnya juga bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan Dharma,” ujar Ananta.
Hal senada ditegaskan oleh Pembimbing Keagamaan Kemenag Karangasem, Ayu Putri, yang menekankan pentingnya pengamalan ajaran Ahimsa (pantang menyakiti) dalam interaksi media sosial sehari-hari.
“Ahimsa mengajarkan untuk tidak menyakiti makhluk lain, baik melalui pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Nilai tersebut sangat relevan diterapkan oleh remaja dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan media sosial,” tutur Ayu Putri.
Apresiasi atas kolaborasi lintas sektor ini disampaikan oleh Petugas Promkes Puskesmas Abang I, I Gede Mangku Samiada, yang menilai pendekatan keagamaan sangat efektif mendukung program kesehatan mental remaja.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat menumbuhkan kesadaran remaja untuk menjadi bagian dari solusi. Remaja diharapkan mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang aman, nyaman, penuh kasih, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya,” ungkap I Gede Mangku Samiada.
Melalui pendampingan keagamaan yang responsif terhadap isu-isu kontemporer generasi muda ini, Kementerian Agama Kabupaten Karangasem terus berkomitmen mencetak generasi masa depan yang berkarakter, toleran, dan berdaya saing luhur.
Kontributor: Finxi