Estafet Tri Sandhya, Cara Unik Warga Binaan Hindu Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sukadana

Warga binaan Hindu mengikuti lomba estafet Tri Sandhya di Rutan Kelas II B Sukadana.

Lampung Timur (Bimas Hindu) Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hadir dengan cara yang unik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sukadana, Lampung Timur. Di tengah keterbatasan ruang gerak karena sedang menjalani masa pidana, para warga binaan tetap dapat merayakan momentum kemerdekaan melalui kegiatan yang menghadirkan kegembiraan, kebersamaan, sekaligus pembinaan keagamaan.

Salah satu yang menarik adalah lomba estafet doa Tri Sandhya yang diikuti tiga warga binaan beragama Hindu. Lomba tersebut menjadi bagian dari Fun Games Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang digelar melalui kolaborasi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Lampung Timur dengan Rutan Kelas II B Sukadana dalam rangkaian Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (PORSENAP), Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Ida Bagus Suwastika, S.Ag., didampingi Penyuluh Agama Hindu Nyoman Nurmala Dewi, S.Pd.H. dan Kadek Dwi Septiana, S.Pd.H., M.Pd.

Berbeda dengan perlombaan lain seperti estafet sarung, estafet lagu nasional, hari terbalik, tebak kata, dan lempar bola kemerdekaan, lomba estafet Tri Sandhya menghadirkan nuansa keagamaan yang khas. Tiga warga binaan Hindu diajak mengikuti perlombaan dengan menyambung bait-bait doa Tri Sandhya.

Karena hanya terdapat tiga peserta, perlombaan tersebut akhirnya tidak menggunakan sistem juara pertama, kedua, dan ketiga. Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan peserta menyebutkan bait Tri Sandhya secara tepat, dengan pelafalan dan metrum yang jelas.

Dari penilaian tersebut, satu peserta yang dinilai paling mampu menyebutkan bait Tri Sandhya dengan tepat, disertai pelafalan dan metrum yang jelas, kemudian ditetapkan sebagai juara. Meski sederhana, lomba ini menjadi salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang dikemas dalam suasana ringan, menyenangkan, dan penuh kebersamaan.

Kehadiran para penyuluh agama dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang lebih humanis bagi warga binaan. Perlombaan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga binaan Hindu untuk mengingat dan melafalkan kembali doa Tri Sandhya dalam suasana yang berbeda dari persembahyangan sehari-hari.

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Rutan Kelas II B Sukadana menghadirkan sisi lain dari makna kemerdekaan. Para warga binaan sedang menjalani pembatasan kebebasan sebagai konsekuensi hukum atas perbuatan yang dilakukan. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi mereka untuk turut merasakan kegembiraan menyambut hari kemerdekaan Indonesia.

Melalui senam bersama dan berbagai perlombaan, warga binaan tetap memiliki ruang untuk berkumpul, berkompetisi secara sportif, bersuka cita, dan membangun kebersamaan. Dalam suasana tersebut, lomba Tri Sandhya menjadi semakin menarik karena menghadirkan ekspresi keberagamaan di tengah perayaan kemerdekaan.

Kepala Rutan Kelas II B Sukadana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur melalui IPARI yang telah berpartisipasi mengisi kegiatan dalam rangka bulan kemerdekaan di lingkungan Rutan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat diikuti oleh seluruh warga binaan dengan tertib, penuh semangat, serta menjadi sarana membangun kebersamaan.”

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag Lampung Timur, Deswin Fitra, juga menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan di Rutan merupakan kegiatan positif sebagai bagian dari upaya pembinaan warga binaan.

“Keterlibatan penyuluh agama lintas agama melalui IPARI dapat memberikan suasana pembinaan yang lebih humanis sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.”

Deswin juga mengajak para warga binaan untuk terus bersemangat dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Fun Games PORSENAP diawali dengan senam bersama yang diikuti para warga binaan. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga kebugaran sekaligus membangun suasana kebersamaan sebelum peserta mengikuti berbagai perlombaan.

Kegiatan ini menjadi kali pertama IPARI Kabupaten Lampung Timur menggelar perlombaan bersama warga binaan Rutan Kelas II B Sukadana di bawah kepemimpinan Indrayati, S.H.I., M.H. Meski merupakan kegiatan perdana, antusiasme warga binaan terlihat tinggi. Hampir seluruh peserta mengikuti berbagai perlombaan dengan penuh semangat.

Beragam perlombaan yang digelar meliputi sambung ayat atau doa, estafet sarung, estafet lagu nasional, hari terbalik sebagai uji konsentrasi, tebak kata, serta lempar bola kemerdekaan. Berbagai permainan tersebut dirancang untuk membangun kekompakan, konsentrasi, kreativitas, dan semangat kebersamaan.

Dalam konteks pembinaan umat Hindu, estafet Tri Sandhya menunjukkan bahwa ajaran agama dapat diperkenalkan dan diingat kembali melalui pendekatan yang kreatif. Doa Tri Sandhya tidak hanya hadir dalam ruang persembahyangan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas bersama yang menyenangkan bagi warga binaan Hindu.

Pada akhirnya, semangat kemerdekaan di Rutan bukan hanya tentang kebebasan secara fisik. Bagi warga binaan, kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui kesempatan untuk mengikuti pembinaan, menjalankan kehidupan beragama, membangun persaudaraan, serta menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri.

Melalui kegiatan Fun Games PORSENAP, IPARI Kabupaten Lampung Timur bersama Rutan Kelas II B Sukadana berharap semangat kemerdekaan dapat dirasakan seluruh warga binaan sekaligus menjadi momentum menumbuhkan sportivitas, persaudaraan, kebersamaan, dan semangat memperbaiki diri.

Kontributor : Kadek Dwi Septiana


Berita Daerah LAINNYA