Yogyakarta (Bimas Hindu) – Pembimas Hindu Kanwil Kemenag DIY bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Hindu se-DIY menyelaraskan penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) Pendidikan Agama Hindu untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat PTSP Kanwil Kementerian Agama DIY, Jumat (24/7/2026), itu juga menjadi forum pembahasan berbagai isu strategis yang dihadapi guru di lapangan.
Kegiatan dihadiri Pembimas Hindu DIY Didik Widya Putra, PIC Pendidikan Bimas Hindu DIY Riyanta, pengurus KKG, serta MGMP Pendidikan Agama Hindu dari seluruh kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum tersebut difokuskan pada penyelarasan arah pembelajaran agar selaras dengan kebijakan pendidikan nasional sekaligus menjawab kebutuhan peserta didik di setiap jenjang pendidikan.
Dalam arahannya, Didik Widya Putra menegaskan bahwa penyusunan Capaian Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyempurnaan dokumen kurikulum, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kesinambungan proses belajar peserta didik sejak usia dini hingga pendidikan menengah.
"Penyusunan Capaian Pembelajaran bukan sekadar menyusun dokumen, tetapi membangun arah Pendidikan Agama Hindu yang utuh dan berkesinambungan. Dengan menyamakan persepsi dari jenjang PAUD, Pendidikan Dasar, hingga Pendidikan Menengah, kita memastikan setiap peserta didik memperoleh proses pembelajaran yang berkualitas, terarah, dan relevan dengan tantangan zaman," ujar Didik.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara guru dan Bimas Hindu dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
"Apabila terdapat kendala di lapangan, jangan ragu untuk berkomunikasi dengan Bimas Hindu. Kita akan mencari solusi bersama agar pelayanan dan pembinaan kepada guru maupun peserta didik dapat berjalan optimal," katanya.
Selain membahas penyusunan Capaian Pembelajaran, forum turut mengangkat persoalan yang dihadapi sebagian guru Pendidikan Agama Hindu yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025, namun belum dapat menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) karena masih terkendala pemenuhan beban jam mengajar. Bimas Hindu DIY menyatakan akan terus melakukan koordinasi dan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan.
Pada kesempatan yang sama, Didik juga menyampaikan inisiatif Bimas Hindu DIY dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi peserta didik berprestasi melalui rencana Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri. Program tersebut disiapkan sebagai bentuk apresiasi bagi siswa berprestasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu, PIC Pendidikan Bimas Hindu DIY, Riyanta, memandu pembahasan teknis penyusunan Capaian Pembelajaran bersama para guru. Menurutnya, penyusunan yang dilakukan secara kolaboratif menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi dan memastikan kesinambungan proses pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan.
"Melalui pembahasan dan penyusunan capaian pembelajaran secara bersama-sama, kita menyatukan persepsi, menyelaraskan arah pembelajaran, serta memperkuat kualitas Pendidikan Agama Hindu pada setiap jenjang. Keselarasan ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembelajaran yang berkesinambungan, bermakna, dan berdampak bagi peserta didik," ujar Riyanta.
Forum tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman, mulai dari penyelarasan Capaian Pembelajaran, penguatan koordinasi antara guru dan Bimas Hindu, hingga tindak lanjut penyelesaian berbagai persoalan pendidikan. Kesepakatan itu menjadi pijakan bersama dalam menghadirkan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu yang lebih adaptif, berkualitas, dan selaras dengan perkembangan kebijakan pendidikan nasional, sekaligus memperkuat layanan pendidikan bagi peserta didik di Daerah Istimewa Yogyakarta.