Karangasem (Bimas Hindu) — Menguatkan pemahaman filosofis ajaran keagamaan sekaligus melestarikan kearifan lokal di kalangan remaja, edukasi pembuatan dan pemaknaan sarana upakara Tipat Purnama Sadha digelar di Pasraman Taman Giri Yowana Sucita, Banjar Tista Gede, Desa Adat Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan bimbingan tradisi yang difokuskan pada penguasaan keterampilan merangkit tipat serta pendalaman makna spiritualnya ini diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem bersama Penata Layanan Operasional Kecamatan Abang.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Karangasem, Ananta Wijaya, memaparkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal di lingkungan pasraman merupakan langkah strategis untuk membentuk ketelitian, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap warisan budaya.
“Tipat Purnama Sadha menjadi salah satu bentuk kreativitas budaya masyarakat yang dapat dijadikan media pembelajaran dalam mengenalkan nilai-nilai Hindu kepada generasi muda. Proses pembuatannya juga menumbuhkan semangat kebersamaan, ketelitian, kreativitas, serta kepedulian terhadap warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Ananta Wijaya.
Apresiasi disampaikan oleh Panitia Pelaksana Pasraman Taman Giri Yowana Sucita, I Gede Putu Sucita Gunayasa, yang menilai pelatihan teknis dan spiritual ini berhasil menghidupkan kembali peran vital pasraman di akar rumput.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran pasraman sebagai ruang pembelajaran agama dan budaya Hindu. Pasraman tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk mengenal dan mempraktikkan tradisi leluhur,” tutur I Gede Putu Sucita Gunayasa.
Melalui pendampingan program budaya yang kontekstual ini, Kementerian Agama Kabupaten Karangasem berkomitmen untuk terus mengawal pembinaan karakter generasi muda agar nilai-nilai luhur keagamaan tetap dipahami secara sadar dan diwariskan secara berkelanjutan.
Kontributor: Finxi