Jawab Tantangan Transformasi Digital, IAHN Tampung Penyang Kupas Harmoni AI dan Ajaran Hindu

Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya menyelenggarakan Webinar Nasional Widya Dharma Forum 2026

Palangka Raya (Bimas Hindu) — Pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa tantangan sekaligus peluang bagi peradaban umat manusia. Merespons fenomena tersebut, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya (FDDBW) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya menyelenggarakan Webinar Nasional Widya Dharma Forum 2026, Rabu (5/8/2026).

Dilaksanakan secara daring, webinar ini mengusung tema aktual yakni "Artificial Intelligence (AI), Agama, dan Kebudayaan Hindu: Mencari Harmoni di Tengah Transformasi Digital".

Forum ilmiah ini menghadirkan tiga narasumber pakar di bidangnya, yaitu Prof. Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D. (UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar), Dr. Gede Siswadi, S.Pd., M.Pd., M.Phil. (STAHN Jawa Dwipa Klaten), serta Dr. Kuri, S.Ag., M.Ag. (IAHN Tampung Penyang Palangka Raya).

Kegiatan ini dibuka secara resmi dari Ruang Rapat Rektorat oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan (Wakil Rektor I) IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Prof. Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D.

Dalam arahannya, Prof. Tiwi Etika menegaskan bahwa disrupsi AI adalah realitas yang tidak dapat dihindari. AI telah mengubah cara manusia berpikir, bekerja, dan mengambil keputusan. Namun, ia mengingatkan bahwa di tengah pusaran digitalisasi, nilai-nilai agama dan kebudayaan harus tetap kokoh menjadi fondasi utama.

"Tantangan kita bukanlah menolak perkembangan Artificial Intelligence, melainkan bagaimana menjadikannya sebagai instrumen yang digunakan secara bijaksana. AI adalah alat, bukan pengganti nurani, empati, maupun kesadaran manusia. Nilai-nilai luhur Hindu seperti Tri Hita Karana justru harus menjadi kompas dalam memanfaatkan teknologi agar tetap membawa kemaslahatan bagi kehidupan," tegas Prof. Tiwi.

Ia berharap forum akademik ini mampu membedah perspektif baru tentang bagaimana teknologi dapat berjalan berdampingan dengan adat, budaya, dan ajaran Hindu tanpa menggerus kesakralannya. Menurutnya, generasi masa depan harus memiliki kelengkapan kecerdasan intelektual sekaligus karakter yang kuat—mampu berkarya, memberi manfaat bagi sesama, dan mensyukuri kehidupan sebagai anugerah Tuhan.

Senada dengan hal tersebut, Dekan FDDBW IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Dr. I Wayan Salendra, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme peserta dan kontribusi para narasumber dalam Widya Dharma Forum 2026.

"Webinar ini menjadi ruang inspiratif untuk mengembangkan insan akademik yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing. Kami berharap kegiatan ilmiah semacam ini dapat terus berkesinambungan, memperkuat kolaborasi antarinstitusi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Hindu di era digital," ungkap Dr. I Wayan Salendra.

Melalui penyelenggaraan Widya Dharma Forum 2026, IAHN Tampung Penyang Palangka Raya semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang responsif terhadap dinamika zaman. Transformasi digital diharapkan dapat terus dimanfaatkan secara arif, etis, dan berorientasi penuh pada pembangunan karakter bangsa.

 

Kontributor: Mahdina R


Berita Daerah LAINNYA