Klungkung (Bimas Hindu) — Mengimplementasikan pilar penguatan ekoteologi Hindu dan ajaran Tri Hita Karana, generasi muda (Yowana) Nusa Penida menggelar aksi pembersihan pesisir di Pantai Celagilandan Ocean, Desa Adat Suana, Klungkung, Bali, Rabu (16/9/2026).
Gerakan pelestarian lingkungan ini dirancang untuk menerjemahkan nilai-nilai kerohanian Hindu ke dalam aksi nyata, khususnya dalam merawat hubungan harmonis antara manusia dengan alam (Palemahan).
Melalui pendekatan Dharma Sadhana, para pemuda diajak memahami keterkaitan mendalam antara pemeliharaan alam, ajaran Karmaphala, dan Yadnya sebagaimana termaktub dalam kitab suci Bhagavadgita III.14. Ajaran tersebut menekankan bahwa keberlangsungan siklus kehidupan sangat bergantung pada kepedulian manusia terhadap kelestarian alam lingkungan.
Pendamping gerakan kerohanian, Kadek Cahyadi Putra, menjelaskan bahwa pemahaman keagamaan mengenai lingkungan hidup harus diwujudkan melalui aksi konkret yang konsisten.
“Lingkungan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Dalam ajaran Tri Hita Karana, hubungan harmonis antara manusia dengan alam menjadi salah satu unsur utama terciptanya keseimbangan hidup. Menjaga alam bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab spiritual,” tegas Kadek Cahyadi Putra.
Dalam aksi gotong royong tersebut, belasan pemuda berhasil membersihkan sekitar 90 persen kawasan pesisir sasaran dari tumpukan sampah plastik dan limbah organik, sekaligus mengukuhkan komitmen pemuda adat untuk menjadikan aksi pemeliharaan lingkungan sebagai agenda rutin ke depan.
Gerakan berbasis ekoteologi ini menjadi bukti konkret keterlibatan aktif generasi muda Hindu dalam mendukung program kelestarian lingkungan hidup serta menjaga kesucian wilayah pesisir di destinasi wisata Nusa Penida.
Kontributor: Ni Luh Sri Kusuma Dewi