Kemenag Bangli Pantau Bantuan Rehabilitasi Tempat Ibadah di Kintamani

Pantau bantuan, kawal rehabilitasi.

Bangli (Bimas Hindu) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli melalui Penyuluh Agama Hindu memantau pemanfaatan dana bantuan pemerintah untuk rehabilitasi tempat ibadah terdampak bencana di Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Senin (10/8/2026).

Pemantauan dilakukan oleh Penyuluh Agama Hindu I Wayan Sudiawan, I Nengah Sudira, dan I Wayan Arimadi dengan meninjau langsung kondisi tempat ibadah serta perkembangan proses rehabilitasi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengawasan agar bantuan digunakan secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai peruntukan.

Para penyuluh berkoordinasi dengan pengurus pura, Ketut Sukarmayasa, terkait pelaksanaan rehabilitasi dan pengelolaan bantuan. Dalam koordinasi tersebut, penyuluh mengingatkan pentingnya tertib administrasi dan pertanggungjawaban penggunaan dana.

“Pemantauan ini kami lakukan untuk memastikan bantuan dana bencana benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat bagi umat,” ujar I Wayan Sudiawan, Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Kintamani.

Menurut Sudiawan, proses rehabilitasi diharapkan berjalan sesuai rencana sehingga tempat ibadah dapat kembali digunakan untuk menunjang aktivitas keagamaan masyarakat.

Ketut Sukarmayasa mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Penyuluh Agama Hindu Kankemenag Bangli. Ia menilai pemantauan tersebut memberikan dorongan bagi pengurus dan masyarakat untuk menjalankan rehabilitasi secara terbuka dan bertanggung jawab.

“Pemantauan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menggunakan bantuan sesuai peruntukan dan menyelesaikan proses rehabilitasi dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Kegiatan pemantauan menjadi bagian dari pengawalan Kankemenag Bangli terhadap pemanfaatan bantuan pemerintah di bidang keagamaan. Pengawasan dilakukan agar bantuan dapat dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.

“Pendampingan dan pemantauan di lapangan penting untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai peruntukan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar salah satu penyuluh.

Dengan pemantauan secara langsung, proses rehabilitasi tempat ibadah di Desa Kintamani diharapkan berjalan lancar hingga selesai dan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan.

 

Kontributor : I Made Juni Saputra


Berita Daerah LAINNYA