Lombok Barat (BIMAS HINDU) Keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi umat Hindu di Kabupaten Lombok Barat untuk melestarikan nilai-nilai luhur sastra suci. Komitmen kuat ini mengemuka dalam rapat koordinasi lintas lembaga yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Dharmagita (LPDG) bersama para penyuluh agama Hindu, PHDI, serta berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Hindu di Balai Banjar Dharma Praja Giri Menang, Lombok Barat, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan krusial ini dilaksanakan dengan satu visi utama yaitu mematangkan persiapan pelaksanaan Utsawa Dharmagita (UDG) XVI Tingkat Kabupaten Lombok Barat Tahun 2026. Kendati sempat dinamis karena adanya penajaman anggaran dari pusat serta belum adanya kepastian alokasi dana dari pemerintah daerah, seluruh elemen keagamaan yang hadir justru menunjukkan kedewasaan dan soliditas yang luar biasa untuk tetap mengawal kegiatan keagamaan ini.
Dharmagita bukan sekadar seni suara, melainkan bagian dari Yajna (pengorbanan suci) untuk mengasah mental, mengukur pemahaman agama, sekaligus meningkatkan sradha dan bhakti umat Hindu. Oleh karena itu, keberlanjutan panggung UDG dipandang sebagai sebuah urgensi yang tidak boleh terhenti oleh urusan logistik.
"Hari ini kita semua yang hadir bersepakat dan menyadari, bahwa dengan atau tanpa adanya anggaran kelembagaan saat ini, semangat kita melestarikan dharmagita dan menghadirkan 'panggung' bagi masyarakat Hindu di Lombok Barat akan tetap menyala. Lewat kebersamaan dan kerja ikhlas, anggaran bukanlah sebuah mandala (penghalang)," ujar I Made Sri Wirdiata, perwakilan penyuluh agama yang hadir dalam rapat tersebut.
Melalui diskusi yang berlangsung hangat hingga menjelang petang, seluruh komponen keagamaan mulai dari Pandita, WHDI, Peradah, PSN, LP3I, hingga PHDI Kecamatan se-Lombok Barat, menyepakati sebuah langkah berani: UDG XVI akan tetap dilaksanakan secara swadaya melalui gotong royong masyarakat Hindu Lombok Barat serta sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
Sebagai bentuk keseriusan, forum koordinasi langsung menyusun struktur kepanitiaan inti yang merepresentasikan sinergi lintas elemen. Kepanitiaan ini akan dilengkapi secara menyeluruh dalam beberapa hari ke depan. Adapun pelaksanaan UDG XVI Tingkat Kabupaten ini diproyeksikan akan bergulir pada bulan Agustus atau September 2026, sebagai ajang seleksi sebelum menuju UDG Tingkat Provinsi NTB.
Hingga saat ini, terdapat tiga wilayah potensial yang menyatakan kesiapannya dan tengah dijajaki sebagai tuan rumah pelaksanaan, yaitu Kecamatan Sekotong, Kecamatan Gunungsari, dan Kecamatan Gerung.
Melalui spirit Tat Twam Asi dan kebersamaan yang diperlihatkan dalam rakor ini, perhelatan UDG XVI Lombok Barat diharapkan menjadi momentum kebangkitan spiritualitas umat yang mandiri dan mengakar kuat pada pelestarian adat budaya Hindu Nusantara.