Bangli (Bimas Hindu) — Dalam upaya melestarikan tradisi keagamaan dan menanamkan nilai-nilai Dharma sejak usia dini, tim Penyuluh Agama Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan bagi Tunas Muda Hindu. Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan di Pratama Widyalaya Gurukula Bangli pada Kamis (30/7/2026).
Pembinaan ini dirancang secara interaktif, di mana pemaparan materi langsung dipadukan dengan pembelajaran berbasis praktik. Para peserta diajak untuk terjun langsung membuat sarana upacara keagamaan, yang secara khusus difokuskan pada tata cara pembuatan Sanganan Suci Bucu Telu dan Kuluban.
Melalui metode ini, para siswa tidak hanya dikenalkan pada teknik dan keterampilan pembuatannya, tetapi juga diberikan pemahaman mendalam mengenai makna filosofis serta nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari pelaksanaan Yajña (persembahan suci) dalam ajaran agama Hindu.
Salah satu Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Bangli, I Dewa Ayu Trijuliani, menyampaikan bahwa pembelajaran praktik adalah salah satu metode paling efektif untuk membangun karakter religius dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal.
"Melalui pembelajaran berbasis praktik seperti pembuatan Sanganan Suci Bucu Telu dan Kuluban, kami berharap Tunas Muda Hindu tidak hanya memiliki keterampilan dalam membuat sarana upacara, tetapi juga memahami makna filosofis dan nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Pembinaan sejak usia dini merupakan investasi penting untuk melahirkan generasi Hindu yang berkarakter, berakhlak mulia, mencintai budaya, serta mampu melestarikan tradisi keagamaan sesuai dengan ajaran Dharma," ungkap I Dewa Ayu Trijuliani.
Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan diwarnai antusiasme tinggi dari para peserta. Sebanyak 20 orang siswa mengikuti setiap tahapan praktik dengan cermat, didampingi secara langsung oleh tim Penyuluh Agama Hindu yang terdiri dari Ni Kadek Ary Murdaningsih, I Dewa Ayu Trijuliani, Ida Bagus Putu Suana Putra, I Wayan Budeyasa, dan Ni Nyoman Lestiawati.
Melalui kegiatan pembinaan yang berkesinambungan ini, diharapkan Tunas Muda Hindu mampu menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya serta tradisi keagamaan Hindu. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membentuk generasi muda yang religius, kreatif, bertanggung jawab, dan bangga akan jati diri bangsanya.
Kontributor: I Made Sudiana