Menjaga Alam, Membimbing Generasi: Wujud Dharma dalam Kehidupan

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung turut membersamai kegiatan implementasi ekoteologi melalui aksi penanaman pohon dan persembahyangan bersama di Pura Kahyangan Desa wilayah binaan Desa Adat Tihingan

Klungkung (BIMAS HINDU) - Nilai menjaga harmoni dengan alam dan membangun pendidikan keagamaan yang ramah terus digaungkan melalui berbagai kegiatan pembinaan di tengah masyarakat. Hal ini selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada poin Penguatan Ekoteologi serta Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi. Melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, nilai-nilai keagamaan tidak hanya dikenalkan lewat teori, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.

Dalam rangka menyambut dan melaksanakan Rahina Tumpek Wariga, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung turut membersamai kegiatan implementasi ekoteologi melalui aksi penanaman pohon dan persembahyangan bersama di Pura Kahyangan Desa wilayah binaan Desa Adat Tihingan, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama prajuru adat Desa Adat Tihingan sebagai bentuk penguatan ajaran Hindu dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam semesta.

Dalam suasana penuh kebersamaan dan nuansa spiritual, kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama sebagai ungkapan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di areal pura dan lingkungan desa adat. Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Banjarangkan, prajuru desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kelihan dusun, serta tokoh masyarakat setempat.

Penyuluh Agama Hindu menyampaikan bahwa Tumpek Wariga tidak hanya dimaknai sebagai upacara ritual, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia menjaga dan merawat alam sebagai bagian dari pelaksanaan dharma. Menurutnya, nilai Tri Hita Karana mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

“Pembinaan dan penyuluhan anak bukan sekadar memberi nasihat, tetapi menanamkan nilai, membimbing dengan kasih, dan menjadi teladan dalam menumbuhkan generasi berkarakter mulia,” ujar Penyuluh Agama Hindu.

Di sisi lain, pembinaan keagamaan kepada generasi muda juga terus dilakukan. Melalui Penyuluh Agama Hindu, kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada anak-anak dilaksanakan di Desa Akah pada Rabu (20/5/2026). Anak-anak diberikan pemahaman mengenai kebiasaan positif dalam kehidupan beragama, seperti sembahyang sehari-hari, mengucapkan salam Hindu, menghormati orang tua dan guru, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami.

Selain itu, anak-anak juga dikenalkan dengan tempat-tempat suci yang ada di lingkungan desa beserta fungsi dan maknanya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran sejak dini bahwa menjaga lingkungan, menghormati tempat suci, dan melaksanakan ajaran agama merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari sekaligus wujud nyata nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Salah seorang peserta kegiatan menyampaikan apresiasinya atas pembinaan yang diberikan. “Setelah kami mendapatkan bimbingan dan penyuluhan ini, kami mendapatkan pengalaman yang luar biasa tentang menjalani tugas dan kewajiban yang mulia,” ungkapnya.


Berita Daerah LAINNYA