Klungkung (BIMAS HINDU) — Memasuki jenjang pernikahan sejatinya membutuhkan persiapan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar kematangan usia. Pemahaman mendalam mengenai kesiapan mental, kesehatan reproduksi, manajemen tata kelola konflik, hingga kemampuan mengendalikan diri menjadi fondasi krusial bagi generasi muda sebelum memutuskan untuk membangun mahligai rumah tangga.
Berpijak pada urgensi tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klungkung melalui jajaran Penyuluh Agama Hindu menggencarkan bimbingan remaja pranikah. Mengusung tajuk Kampanye Agama Ramah Masyarakat (KARMA), pembinaan preventif ini menyasar para remaja di Desa Adat Seming dan Desa Adat Ampel, Kecamatan Nusa Penida, pada Selasa (14/07/2026).
Dipusatkan di Balai Banjar masing-masing desa adat, kegiatan edukatif ini diikuti dengan antusias oleh 16 peserta dari Desa Adat Seming dan 18 peserta dari Desa Adat Ampel. Dalam ruang diskusi yang hangat, para peserta dibekali pemahaman holistik mengenai pentingnya mempersiapkan diri secara matang sebelum melangkah ke fase kehidupan berumah tangga.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Klungkung, Kadek Cahyadi Putra, menjelaskan bahwa bimbingan ini dirancang sebagai benteng moral sekaligus panduan arah bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika sosial saat ini.
"Kegiatan ini bertujuan mulia untuk membentuk karakter remaja yang matang, mandiri, dan bertanggung jawab sebelum membina rumah tangga. Lebih dari itu, kami memberikan edukasi mengenai cara mengendalikan hawa nafsu sejak dini, serta pentingnya menjaga kesehatan secara komprehensif, baik jasmani maupun rohani," papar Kadek Cahyadi Putra di hadapan para remaja.
Melalui pendekatan yang merangkul ini, para remaja dibantu untuk memetakan berbagai tantangan nyata dalam kehidupan pernikahan. Dengan bekal literasi keluarga yang mumpuni, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana, rasional, dan tidak terburu-buru oleh tekanan lingkungan.
"Kesiapan yang matang dari calon pengantin merupakan kunci utama untuk menekan angka pernikahan dini dan meminimalkan potensi perceraian di kemudian hari. Muaranya adalah kita ingin mendukung lahirnya generasi penerus bangsa, atau anak-anak suputra, yang sehat, tangguh, dan berkualitas," tambahnya.
Program bimbingan remaja melalui edukasi pranikah yang menyusur hingga ke pelosok desa adat ini merupakan pengejawantahan nyata dari Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kemenag.
Melalui pilar Layanan Keagamaan Berdampak, Kemenag Klungkung membuktikan komitmennya untuk hadir lebih dekat dan memberikan bekal kehidupan yang relevan bagi masyarakat akar rumput. Di sisi lain, langkah proaktif ini turut menjadi fondasi dalam mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi, yang harus dimulai dari pembentukan karakter generasi muda sejak dini.